Jumat, 02 Oktober 2015

KAMU

Hei, kamu sang rembulan yg ada di ujung sana..
Masih ingatkah saat pertama kita bertemu, cahaya sinarmu sungguh menyejukan terik mentari siang itu.
Pertama kalinya aku melihat wanita tidak melalui sudut pandang manapun dan tidak melalui perbandingan apapun, kamu adalah kamu. Dan akan terus seperti itu, seperti perasaan ini.
Sayang langit dan bumi memang tak pernah menyatu seperti halnya minyak dan air, cinta ini pun seperti itu. Aku dan kamu.
Rasa ini seperti entalpi, semakin ia mengarah tak beraturan dan penolakan berulang kali. Justru membuat energi yg terakumulasi makin menjadi jadi.
Kamu kira aku paham? Tuhan lah yg hanya punya rahasia ini.
Setiap malam, setiap waktu. Sebelum dan bangun tidurku, hanya kamu yg tidak berhenti menghilang dari pikiranku. Bagaimana dengan mimpi? Aku hanya bisa menjawab, aku tak pernah terlelap dan terbuai lamunan selama ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar