Sabtu, 03 Oktober 2015
Entah kemana...
Jika kamu pernah suatu kali mencoba meninggalkanku, aku hanya bisa tersenyum. Aku tak dapat menghitung berapa kali aku meninggalkan kehidupanku, kamu.
Di suatu sisi sudut malam yang gelap, merenung karir, keluarga, kawan dan kamu tentunya tak dapat terelakkan. Semua saling berhubungan tapi kenapa hanya kamu yg tidak pernah mau menyatu dengan mereka dan kamu pula yg menjadi pilar dari rancangan renunganku.
Setiap dalam keadaan bimbang antara harus tinggal atau bertahan, Tuhan selalu menjawab kamu ada di sisi sempurnanya ketabahan hatiku, agar aku belajar kembali, bertahan mengenggam bara api yang siap melelehkan genggamanku.
Mungkin tak perlu terlarut sampai seribu malam aku harus menyadarinya, aku memang salah. Aku lemah dan gemulai. Kamu selalu berhasil menyentuh sisi terdalamku.
Kepergianku, pergiku, untuk menemukan sosok yg hilang dari kehidupan ini. Yang tanpa sadar ternyata aku meninggalkannya saat bersamaan.
Aku tidak pergi, takkan pernah, sekalipun.
Kamu pun juga akan seperti itu, walaupun semu namun tak seegois mereka. Kamu akan selalu disini, di sisi terdalamku. Di lubuk hati yang telah lama hilang tak tersentuh sekalipun. Tak pernah akan ada yg bisa menggantikannya.
Aku? Mungkin aku juga akan tetap di tempat selayaknya aku berada, di salah satu bagian dari hatimu, yang tak pernah kamu lihat sekalipun....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar