Sering
kali kita merasakan nyeri dan ngilu pada beberapa bagian tubuh tertentu setelah
melakukan aktivitas yang berat atau duduk terlalu lama. Mungkin saja ini bukan
nyeri biasa. Jika frekuensi nyeri termasuk sering dan menjalar ke bagian tubuh
lain, bisa jadi itu gejala penjepitan saraf atau yang dikenal dengan nama saraf
terjepit.
Saraf terjepit merupakan bagian dari
nyeri punggung bawah atau low back pain. Pada tulang, ada bagian yang
disebut diskus (bantalan atau sambungan di antara dua tulang) yang berfungsi
semacam peredam beban (shockbreaker). Kalau diskus meleset dan bergeser, tulang
langsung menekan saraf dan menimbulkan rasa nyeri yang amat sangat.
Rasa nyeri tadi sangat khas. Nyeri
dapat menjalar ke bagian tubuh lain sesuai penjalaran dari jaringan saraf yang
terjepit. Apabila saraf yang terjepit berasal dari bagian leher, nyeri dapat
menjalar sampai ke tangan. Apabila nyeri berasal dari pinggang, penjalaran bisa
sampai ke lutut, bahkan betis.
"Nyeri yang sangat khas disebut
nyeri radikuler. Kadang pasien bisa menunjukkan dari mana dan sampai mana rasa
nyeri tersebut menjalar," ungkap Dr Tiara Aninditha, Sp.S, ahli saraf dari
RS Cipto Mangunkusumo. Bagian tubuh yang paling sering mengalami penjepitan saraf,
tambahnya, adalah leher dan pinggang karena paling sering digunakan untuk
bergerak. Tak hanya lansia
"Sering kita menganggap saraf terjepit hanya dialami lansia yang semakin tua semakin rapuh tulangnya. Sebenarnya orang usia produktif pun dapat mengalami penjepitan saraf ini," tutur Dr Tiara.
"Sering kita menganggap saraf terjepit hanya dialami lansia yang semakin tua semakin rapuh tulangnya. Sebenarnya orang usia produktif pun dapat mengalami penjepitan saraf ini," tutur Dr Tiara.
Pada lansia, saraf terjepit bisa
karena bantalan yang menyambungkan dua tulang menjadi elastis. Akibatnya,
tulang langsung menekan tulang lain dan terjadi penjepitan saraf yang
menimbulkan nyeri pada bagian tubuh tersebut. Saraf terjepit pada lansia juga
dapat terjadi karena pengapuran atau tumbuhnya tulang muda yang runcing pada
tulang belakang sehingga menekan saraf dan terasa sakit.
Osteoporosis (pengeroposan tulang)
juga dapat menyebabkan saraf terjepit pada lansia. Pada osteoporosis, yang
berkurang adalah massa tulangnya. "Jadi, ibarat tembok, semennya yang
berkurang," tuturnya. Kasus nyeri pinggang jenis ini lebih sering terjadi
pada wanita daripada pria.Cenderung membungkuk Pada usia produktif, biasanya
saraf terjepit terjadi karena aktivitas harian yang terlalu berat. Sering
mengangkat beban berat yang hanya bertumpu pada satu bagian tubuh akan membuat
tulang di bagian tersebut tertekan dan mengenai saraf sehingga timbul
nyeri."Posisi duduk yang salah juga dapat menyebabkan saraf terjepit. Kita
sering duduk dengan posisi membungkuk. Ini salah. Posisi duduk yang baik adalah
tegak dan menyandar," ujarnya.
Kelainan bentuk tulang punggung
(skoliosis) juga dapat menjadi penyebab saraf terjepit. "Biasanya kelainan
tulang punggung ini karena kebiasaan berdiri dan duduk yang salah sehingga
tulang punggung jadi tidak lurus atau cenderung membungkuk," katanya. Kanker
dan TB
Banyak kondisi lain yang dapat menimbulkan saraf terjepit, salah satunya tuberkulosis, biasa disingkat TBC atau TB. Kuman TB yang tak cepat ditangani dapat menyebar dan memakan tulang sehingga tulang jadi keropos dan langsung mengenai saraf.
Banyak kondisi lain yang dapat menimbulkan saraf terjepit, salah satunya tuberkulosis, biasa disingkat TBC atau TB. Kuman TB yang tak cepat ditangani dapat menyebar dan memakan tulang sehingga tulang jadi keropos dan langsung mengenai saraf.
Kanker dan tumor juga bisa
menyebabkan saraf terjepit: "Pada kasus ini, kanker atau tumor sudah
menyebar ke tulang sehingga jadi rapuh. Saraf terjepit langsung oleh
tulang," ungkapnya.
Tak sedikit pula saraf terjepit
akibat trauma jatuh. Seseorang yang pernah jatuh dengan posisi terduduk,
kemungkinan dapat mengalami retak tulang belakang dan saraf terjepit.
Saraf Terjepit


