Minggu, 29 Desember 2013

Salah Duduk, Saraf Bisa Terjepit


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7GX02F17a934BK1bVnK3LpfwpF4iKCGZBNzXjsng1J8MXc401N41sQmpkWvtP2lx8YLaoWZJse2sYHThQR91jYAtjSxdSK1gC7eB81vqNEOu-S3iBndsDiOkaA1Uah_xJtvWdkEK04jtw/s320/posisi+duduk.jpgSering kali kita merasakan nyeri dan ngilu pada beberapa bagian tubuh tertentu setelah melakukan aktivitas yang berat atau duduk terlalu lama. Mungkin saja ini bukan nyeri biasa. Jika frekuensi nyeri termasuk sering dan menjalar ke bagian tubuh lain, bisa jadi itu gejala penjepitan saraf atau yang dikenal dengan nama saraf terjepit.
Saraf terjepit merupakan bagian dari nyeri punggung bawah atau low back pain. Pada tulang, ada bagian yang disebut diskus (bantalan atau sambungan di antara dua tulang) yang berfungsi semacam peredam beban (shockbreaker). Kalau diskus meleset dan bergeser, tulang langsung menekan saraf dan menimbulkan rasa nyeri yang amat sangat.
Rasa nyeri tadi sangat khas. Nyeri dapat menjalar ke bagian tubuh lain sesuai penjalaran dari jaringan saraf yang terjepit. Apabila saraf yang terjepit berasal dari bagian leher, nyeri dapat menjalar sampai ke tangan. Apabila nyeri berasal dari pinggang, penjalaran bisa sampai ke lutut, bahkan betis.
"Nyeri yang sangat khas disebut nyeri radikuler. Kadang pasien bisa menunjukkan dari mana dan sampai mana rasa nyeri tersebut menjalar," ungkap Dr Tiara Aninditha, Sp.S, ahli saraf dari RS Cipto Mangunkusumo. Bagian tubuh yang paling sering mengalami penjepitan saraf, tambahnya, adalah leher dan pinggang karena paling sering digunakan untuk bergerak. Tak hanya lansia
"Sering kita menganggap saraf terjepit hanya dialami lansia yang semakin tua semakin rapuh tulangnya. Sebenarnya orang usia produktif pun dapat mengalami penjepitan saraf ini," tutur Dr Tiara.
Pada lansia, saraf terjepit bisa karena bantalan yang menyambungkan dua tulang menjadi elastis. Akibatnya, tulang langsung menekan tulang lain dan terjadi penjepitan saraf yang menimbulkan nyeri pada bagian tubuh tersebut. Saraf terjepit pada lansia juga dapat terjadi karena pengapuran atau tumbuhnya tulang muda yang runcing pada tulang belakang sehingga menekan saraf dan terasa sakit.
Osteoporosis (pengeroposan tulang) juga dapat menyebabkan saraf terjepit pada lansia. Pada osteoporosis, yang berkurang adalah massa tulangnya. "Jadi, ibarat tembok, semennya yang berkurang," tuturnya. Kasus nyeri pinggang jenis ini lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.Cenderung membungkuk Pada usia produktif, biasanya saraf terjepit terjadi karena aktivitas harian yang terlalu berat. Sering mengangkat beban berat yang hanya bertumpu pada satu bagian tubuh akan membuat tulang di bagian tersebut tertekan dan mengenai saraf sehingga timbul nyeri."Posisi duduk yang salah juga dapat menyebabkan saraf terjepit. Kita sering duduk dengan posisi membungkuk. Ini salah. Posisi duduk yang baik adalah tegak dan menyandar," ujarnya.
Kelainan bentuk tulang punggung (skoliosis) juga dapat menjadi penyebab saraf terjepit. "Biasanya kelainan tulang punggung ini karena kebiasaan berdiri dan duduk yang salah sehingga tulang punggung jadi tidak lurus atau cenderung membungkuk," katanya. Kanker dan TB
Banyak kondisi lain yang dapat menimbulkan saraf terjepit, salah satunya tuberkulosis, biasa disingkat TBC atau TB. Kuman TB yang tak cepat ditangani dapat menyebar dan memakan tulang sehingga tulang jadi keropos dan langsung mengenai saraf.
Kanker dan tumor juga bisa menyebabkan saraf terjepit: "Pada kasus ini, kanker atau tumor sudah menyebar ke tulang sehingga jadi rapuh. Saraf terjepit langsung oleh tulang," ungkapnya.
Tak sedikit pula saraf terjepit akibat trauma jatuh. Seseorang yang pernah jatuh dengan posisi terduduk, kemungkinan dapat mengalami retak tulang belakang dan saraf terjepit.

Saraf Terjepit
http://polahidupsehat.net/wp-content/uploads/2011/12/saraf-terjepit-300x234.jpghttp://images.detik.com/content/2009/08/19/763/saraf-%28road-accidents%29-dalam.jpg
                                                                                                                      




Rabu, 18 Desember 2013

Defensive Driving

Sebenarnya, apa sih bedanya antara DEFENSIVE DRIVING dengan SAFETY DRIVING ???

- Defensive Driving adalah cara untuk selalu berpikir jauh kedepan dan selalu siap terhadap apapun yang mungkin terjadi dalam berkendara.
- Safety Driving adalah mengemudi dengan keahlian dan pengalaman yang tinggi ditambah dengan sikap/etika berkendara yang baik serta konsentrasi yang berkesinambungan.

Para pengendara, juga harus mengingat empat kunci untuk menjadi pengemudi yang defensive :
1.  Alertness (kewaspadaan),
2.  Awareness (kesadaran),
3.  Attitude (Sikap, mental),
4.  Anticipation (antisipasi, menjaga segala kemungkinan).

    Hendaknya sebelum melakukan perjalanan, Pre Trip Inspections (Pengecekkan Pada Kendaraan). Jangan melihat hal ini sebagai hal sepele dan malas untuk dilakukan. Karena hal kecil bisa berakibat fatal bila diremehkan. Seperti pengecekkan bodi luar mobil, spion, kondisi ban serta tekanan angin.
    Masuk ke dalam kabin, posisi duduk serta sandaran kepala juga harus diperhatikan dengan betul. Serta dashboard juga harus terhindar dari banyak barang yang mengganggu pandangan pengemudi.
    Sabuk pengaman juga harus selalu dikenakan untuk keselamatan berkendara. Spion juga harus disesuaikan dengan jarak pandang. Serta posisi tangan pada jam 9 dan jam 3 yang tak boleh dilupakan.
    Faktor kecelakaan terjadi kebanyakan karena adanya human error yang terkait dengan blind spot. Blind spot sendiri adalah keterbatasan pandangan pengendara terhadap bantuan dalam mengemudi (pandangan jauh sekeliling, spion, dll).
    Ketika melaju tetap ada panduan berupa sistem yang membantu pengendara mengambil keputusan tepat dalam mengurangi resiko. Dinamakan SIPDE Process yang merupakan : Search/Scan (memperhatikan daerah yang terlihat 20"-30" ke depan). Identify (mengenali objek dalam radius 200-250 m dalam kecepatan 60 km/jam. Predict (perkiraan aksi atau perubahan yang terjadi di jalan raya atau sekitar 5"-12" ke depan). Decide (memutuskan tindakan 4"-5" kedepan) dan Execute (melakukan keputusan 4" sebelumnya).

Bagaimanakah menerapkan defensive driving? Berikut ini 10 pedoman yang harus kita camkan karena seringkali menimpa pengendara yang tidak menerapkannya.
1. Jangan pernah lengah. Berkendara memang harus rileks, tetapi harus selalu waspada. Monitor terus kendaraan dan objek-objek di sekitar Anda. Tidak hanya yang jauh di depan, pantau juga yang di belakang, kiri dan kanan melalui kaca-kaca spion.
2. Patuhi marka jalan dan traffic light. Sesuaikan laju mobil Anda dengan informasi yang terpampang di tepi jalan. Dan hati-hati saat melintasi persimpangan. Bila lampu merah menyala, tak usah menerobos. Berhentilah di belakang garis putih.
3. Jangan terpancing pengendara ugal-ugalan. Jika bertemu dengan pengendara ugal-ugalan, lebih baik mengalah. Biarkan mereka lewat lebih dulu, karena yang paling mengerikan adalah kita tidak tahu bagaimana kondisi si pengendara. Jangan-jangan, dia sedang emosi, atau bahkan sedang mabuk.
4. Jangan emosi. Seandainya pun ada yang nyalip, atau seseorang tiba-tiba membunyikan klakson berkali-kali, tetaplah tenang. Ada berjuta-juta alasan yang bisa Anda cari untuk tidak marah dan menghindari bahaya yang mengintai keselamatan Anda sendiri.

5. Jangan percaya pada pengendara lain. Meskipun pada dasarnya semua pengendara ingin selamat, sebaiknya jangan percaya bahwa mereka juga akan menjamin keselamatan kita. Tetaplah bersikap hati-hati.
6. Gunakan safety belt. Tak usah khawatir kemeja atau celana menjadi kusut akibat tertekan safety belt. Yang harus kita pikirkan, perangkat yang mungkin mengurangi kerapihan pakaian kita ini akan membuat kita selamat dan tetap hidup saat terjadi kecelakaan. Bagi pengendara sepeda motor, gunakan helm dengan benar.
7. Gunakan lampu sign untuk komunikasi pada sesama pengendara. Pastikan cahayanya terang. Jika akan berbelok, sama sekali tidak sulit untuk menyalakan lampu sign agar pengendara lain tahu Anda akan berbelok. Pastikan jangan berbelok atau menyalip dengan mendadak.
8. Singkirkan benda-benda yang berpotensi mengganggu konsentrasi berkendara. Kewaspadaan juga harus kita bangun dengan menciptaan lingkungan yang membantu konsentrasi berkendara. Bahkan, bila ada telpon masuk handphone saat Anda tengah mengemudi, tidak perlu diangkat dulu karena bisa mengganggu konsentrasi.
9. Jangan minum minuman memabukkan. Karena kesadaran sangat penting, hindari minum-minuman memabukkan. Bahkan, jika minum obat yang menimbulkan kantuk, sebaiknya kita tidak berkendara.
10. Lebih baik menunggu kereta lewat. Ini biasa terjadi di persimpangan lintasan kereta. Banyak pengendara menduga-duga kereta masih jauh ketika sinyal tanda kereta akan lewat sudah berbunyi. Menunggu beberapa menit jauh lebih baik dan usahakan pengendara sepedah motor jangan menerobos palang kereta api. 

Semoga bermanfaat.

KELELAHAN DI TEMPAT KERJA

Kelelahan adalah pembunuh yang tidak kelihatan/terselubung.
Mengacu pada penelitian tentang tidur, tingkat kerja lebih dipengaruhi oleh kualitas tidur dibandingkan pengaruh konsumsi alcohol. Untuk menghindari kelelahan adalah mudah dengan mendapatkan tidur yang cukup. 

Berikut adalah satu dari banyak gejala yang bisa anda dapatkan ketika anda terserang kelelahan:
• Kecapaian dan merasakan pekerjaan tidak pernah selesai
• Merasa berputar/pusing ketika anda bangun pagi dan menjadi tidak productive setengah harian.
• Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pulih setelah berkerja
• Kekurangan tenaga yang berlangsung secara berkala
• Merasa tidak sehat
• Merasa bingung
• Tidak dapat berkonsentrasi dengan baik

Beberapa efek dari kelelahan dalam berkerja termasuk:
• Semakin lama menyelesaikan suatu pekerjaan berbeda dari yang biasanya
• Membuat kesalahan atau terlambat mendiaknosa suatu masalah
• Anda terluka karena anda terburu-buru menyelesaikan pekerjaan
• Anda terluka akibat kerusakan alat karena anda lupa mengganti bagian dari mesin yang harusnya 
   Diganti.
• Anda gagal menilai bahaya atau situasi bahaya.

Ada 5 langkah yang dapat anda tempuh, selagi anda sedang berkerja, untuk meminimalkan kelelahan.  Antara lain:
• Berpikir pekerjaan anda dan rencanakan pada hari,minggu dan bulan.
• Gunakan penanganan yang manual dan tehnik yang ekonomis
• Buatlah prioritas pekerjaan anda dan permudah rencana cara kerja anda
• Gunakan alat bantu perkerjaan, seperti alat angkat untuk menghemat energy.

Pahami bahwa hanya anda yang dapat memutuskan gaya hidup anda dan kelelahan dapat menjadi depresi, kemarahan dan kehilangan fisik dan kemampuan mental dan kekurangan motivasi.  Hanya diri anda sendiri yang dapat mengatasi kelelahan.






















Kronologi Wafatnya Mita Diran, Gadis yang Kerja Non Stop 30 Jam

Liputan6.com, Jakarta : Mita Diran (27 tahun), gadis cantik yang bekerja pada bidang periklanan di salah satu agency ternama di Indonesia, Y&R (Young & Rubicam) meninggal dunia dikarenakan kerja terlalu ekstra. Lantas, bagaimana kronologis sebenarnya
Salah seorang sahabat dekat ayahanda Mita Diran, Handoko Hendroyono menuturkan bahwa sebelum akhirnya Mita menghadap Tuhan Yang Maha Esa untuk selama-lamanya, gadis cantik itu sempat pulang ke rumah dan berpamitan untuk bertemu salah seorang kerabatnya.
"Setelah 3 hari berturut-turut kerja, Mita sempat pulang ke rumah. Tapi, cuma mandi dan dia pergi lagi karena harus ketemu temannya dari Singapura," kata Handoko selaku Ketua Bidang Branding dan Advertising dari P3I, saat diwawancarai Health Liputan6.com, Senin (16/12/2013)
Ditambahkan Handoko, semua musibah itu terjadi pada saat Mita pamit untuk bertemu temannya itu. Sebab, belum ada beberapa jam Mita keluar rumah, orang rumah mendapatkan kabar Mita pingsan, dan segera dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).
"Setelah Mita pingsan, dibawa ke RSPP, dan koma. Tidak sampai 24 jam, Mita meninggal dunia," kata Handoko lagi.
Menurut Handoko, kejadian ini sendiri terjadi pada Sabtu (14/12/2013) dan Mita meninggal dunia pada Minggu (15/12/2013)
"Yang disesalkan ini, karena Mita tidak punya waktu untuk dirinya sendiri," kata Handoko menambahkan.
Dilanjutkan oleh pria yang sehari-hari menghabiskan waktunya di OneComm Indonesia ini bahwa Mita memiliki riwayat kesehatan, di mana dia sempat menjalani operasi kista pada tahun 2012.
Di mata keluarga, tambah Handoko, Mita merupakan sosok anak yang multitalented. Bukti bahwa Mita adalah anak yang berbakat, terlihat jelas dari beberapa penghargaan yang dia dapatkan selama ini.
Menurut Handoko kedua orangtua Mita hanya heran dan kecewa, tapi tidak dapat protes apa-apa. Karena memang, orangtua Mita pun berasal dari satu profesi yang sama, yaitu periklanan.
Kabar meninggalnya Mita sempat menghebohkan ranah jejaring sosial, Twitter kemarin malam. Sampai hari ini, ucapan berbela sungakawa terus mengalir deras ke akun pribadi Mita (@Mitdoq)
Di Twitter, disebutkan juga oleh teman-temannya bahwa selama bekerja ekstra itu, gadis cantik berambut pendek ini mengonsumsi minuman berenergi dan memiliki kafein tinggi.
(Adt/Igw)

















Kerja Lembur dan Resiko Penyakit Jantung


Apa hubungan antara kerja lembur dan penyakit jantung ?


5000 orang dari Denmark yang terdiri dari para lelaki yang berumur 40 hingga 59 tahun dan bekerja di 14 perusahaan yang berbeda, mengikuti serangkaian tes selama 30 tahun, untuk keperluan riset yang diadakan oleh Andreas Holtermann, dari the National Research Centre for the Working Environment in Copenhagen. Selama 30 tahun tersebut, sebanyak 587 orang (12 % dari total peserta tes) meninggal akibat penyakit jantung.

Berkut ini adalah hasil yang lebih rinci dari riset tersebut:

·         Mereka yang bekerja kurang dari 40 jam per minggu memiliki resiko meninggal karena penyakit jantung lebih kecil dibanding peserta tes dengan tingkat kesehatan yang rendah yang bekerja selama 41 sampai 45 jam seminggu.
·         Peserta tes dengan tingkat kesehatan yang tinggi dan bekerja 45 jam atau lebih per minggu memiliki potensi 45% meninggal akibat penyakit jantung dan 38% meniggal disebabkan hal lain.
Semoga kita bisa bijak dalam bekerja lembur dan tetap konsisten menjaga kesehatan tubuh.
Semoga Bermanfaat.                                               

Sekian dan Selamat Bekerja


12 Cara Praktis Agar Anda Bisa Bekerja di Ketinggian dengan Aman

Coba bayangkan jika Anda jatuh dari ketinggian, pasti sakit bukan? Bahkan dapat menyebabkan luka serius hingga kematian.
Bekerja di ketinggian memiliki resiko tinggi yang dapat menimbulkan terjadinya bahaya disekitar anda. Oleh karena itu, penggunaan alat pelindung diri sangatlah penting untuk keselamatan diri. Tetapi sampai saat ini, ternyata masih banyak pekerja yang kurang memperhatikan keselamatan diri saat bekerja diketinggian. Padahal sudah jelas jika menggunakan alat pelindung diri bisa mengurangi resiko bahaya benda yang menimpa diri anda.
Kelalaian seorang pekerja dapat menimbulkan kecelakaan baik bagi dirinya, orang lain ataupun rusaknya peralatan kerja di lokasi. Untuk meminimalkan kecelakaan saat bekerja di ketinggian, anda harus memperhatikan hal-hal penting ketika akan memulai bekerja di ketinggian, yaitu :
  1. Pastikan Anda sudah memiliki Surat Ijin Kerja untuk bekerja di ketinggian
  2. Pelajari dan pahami sistem perlindungan jatuh dengan menggunakan alat pelindung diri yang tepat
  3. Amankan lokasi untuk bekerja diketinggian
  4. Gunakan Alat Pelindung Diri (diantaranya full body harness, lanyard, dan atau lifeline) dengan benar
  5. Sebelum Anda memulai pekerjaan di ketinggian, pastikan full body harness yang digunakan dalam kondisi baik
  6. Kaitkan pengait lebih tinggi dari pinggang Anda untuk mengurangi besarnya hentakan saat terjatuh
  7. Gunakan tangga / scafolding yang standar untuk menuju tempat kerja yang tinggi
  8. Saat menggunakan tangga, perhatikan sudut kemiringan dan posisi tangga harus stabil
  9. Apabila Anda menggunakan scafolding, pastikan sambungan-sambungan pipa scafolding sudah diikat maksimum dimasing-masing ujungnya
  10. Setelah scafolding terpasang, mintalah petugas untuk memeriksa dan memasang safety sign / tanda aman
  11. Setelah pekerjaan selesai, bersihkan lokasi seperti kondisi semula
  12. Jangan lupa menutup Surat Ijin Kerja Anda
 Jagalah selalu keselamatan diri Anda demi kebahagiaan dan masa depan keluarga tercinta.
Nah, Sobat Pro Safety. Apa Anda memiliki cara selain yang tersebut di atas untuk meminimalkan kecelakaan kerja di ketinggian?

Cara Praktis Mengenal dan Menangani Potensi Bahaya di Perusahaan Manufaktur


Industri manufaktur merupakan sebagian besar dari beragam sektor ketenagakerjaan. Pekerjaan di Industri adalah untuk menciptakan produk, dan alat-alat yang kita butuhkan sehari-hari. Dibalik itu semua, sangat banyak bahaya di tempat kerja dalam bisnis manufaktur. Karyawan dituntut untuk bekerja di lini produksi dan sering mengoperasikan mesin berat.
Beberapa bahaya tempat kerja yang paling umum di bidang manufaktur meliputi :
• Penggunaan alat-alat berat atau alat-alat tangan
• Bahaya Kimia
• Mengangkat atau mendorong benda berat
• Jatuh atau tergelincir di lantai berminyak atau basah
• Kebisingan dari mesin keras
Perusahaan yang melakukan latihan keselamatan dan pembelajaran mengenai keterampilan dalam bekerja juga memiliki program-program yang tepat dapat menghindari kecelakaan kerja. Manajer produksi harus memanfaatkan program pelatihan yang ditawarkan oleh Dinas Ketenagakerjaan. Program tersebut untuk membantu mencegah kecelakaan kerja, penyakit dan kematian.
Meskipun program keselamatan sudah dilakukan, kecelakaan akan terjadi dari waktu ke waktu.
Beberapa alasan bahwa karyawan bisa terluka :
• supervisi yang tidak memadai
• Kurangnya program pelatihan
• Karyawan kurang berpengalaman
• Mesin tidak layak digunakan
• Karyawan tergesa-gesa untuk memenuhi kuota produksi
• Karyawan kurang informasi tentang hak-hak mereka
Jika perusahaan sering meluangkan waktu untuk memberikan program pelatihan mengenai keselamatan kerja dan praktek industri, tingkat kecelakaan bisa jadi berkurang. Karyawan juga perlu memahami bagaimana menggunakan keterampilan keselamatan sehingga mereka dapat menghindari bahaya yang menyebabkan cedera di tempat kerja.
Perusahaan tidak hanya harus memiliki rambu-rambu keselamatan atau Safety Sign untuk mengingatkan karyawan dari bahaya pekerjaan mereka, tetapi mereka harus memperingatkan karyawan setiap hari. Manajer harus meluangkan waktu untuk melakukan latihan kekuatan dan melakukan pemanasan dengan para pekerja mereka untuk menghindari ketegangan otot.
Setidaknya beberapa kali dalam sebulan, manajer juga harus meninjau prosedur keselamatan. Selain itu, setiap bagian dari pabrik harus mengidentifikasi ancaman yang umum untuk pekerjaan mereka sebagai review mingguan. Ketika karyawan diinformasikan, mereka dapat memahami bagaimana menggunakan keterampilan keselamatan untuk menghindari kecelakaan saat bekerja. Jika karyawan memahami bagaimana menggunakan alat dan mesin yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan benar, mereka dapat menghasilkan lebih banyak produk dengan aman dan maksimal.
Kecelakaan juga bisa terjadi di tempat kerja ketika karyawan menjadi bosan dengan pekerjaan mereka. Untuk meminimalisir rasa bosan para pekerja, manajer dapat membuat kontes atau penghargaan bagi mereka yang memenuhi target produksi. Hal ini bisa mendongkrak semangat karyawan untuk bekerja lebih bersemangat. Ketika karyawan bersemangat untuk memenuhi tujuan mereka dan dididik tentang keselamatan pekerjaan mereka, sebuah perusahaan akan mencapai sukses.
“Nah, Sobat Pro Safety. Menurut Anda, apalagi yang perlu diperhatikan selain hal-hal di atas?”