Rabu, 20 Juni 2012

Broken Part One...

Mungkin semua yg telah terjadi padaku saat ini adalah jawaban dari doa ku selama ini, Kisah ini berawal di penghujung tahun 2011, aku sangat ingat sewaktu itu kami memang tidak terlalu dekat namun aku telah mengenalnya sejak kelas XI dan kurasa pada saat itu aku jatuh cinta pada pandangan pertama padanya lebih tepatnya hanya sekedar suka, namun selalu ku pendam rasa itu dan ku biarkan mengalir di dalam diriku dan aku berharap dapat hilang dengan sendirinya maka dari itu aku tidak ingin mengenalnya terlalu dekat.

Lambat laun rasa itu pun tak kunjung sirna, bahkan rasa itu semakin besar dan pada waktu itu aku berusaha untuk mendekatinya terlebih dahulu. Awal permulaan pendekatan kami terlihat lancar namun tak selalu mulus dalam perjalanan karena aku tahu kalau dia juga dekat dengan seorang pria di sekolah kami juga. Namun aku tak pernah menghiraukan itu, aku juga tak pernah menganggap itu sebuah hambatan karena aku merasa sangat nyaman dengannya terlebih dia sangat baik terhadapku.

Pernah suatu waktu saat aku berulang tahun aku sangat mengharapkan ucupan terindah darinya, aku menunggu sejak pergantian hari namun tak kunjung ada, tetapi saat aku melihat facebook aku melihat dia mengirimkan ucapan yg sangat singkat dan tampak tak berkesan yaitu ”met milad ya” padahal aku sangat mengharapkan lebih dari itu tapi aku berfikiran “ya sdahlah mungkin aku bukan seseorang yg berarti untuknya”. Sampai sampai aku tidak membalas mention nya padahal saat itu aku sedang berulang tahun namun dalam percakapan kami dia tidak sekalipun menyinggung hal itu, sampai suatu ketika aku tidak membalasnya tetapi aku membalas mention temanku yg lain, dan tak lama kemudian aku sangat kaget karena dia mengirim sms kepadaku dan berisi tentang mention yg tak ku balas sejenak aku pun bingung harus membalasnya seperti apa, tetapi setelah aku berfikir aku membalasnya dengan santai saja.

Setelah peristiwa pada hari itu mulai lah muncul pertanyaan dari lubuk hatiku, apakah aku harus melanjutkan perjuangan ku selama ini atau semuanya cukup berhenti sampai disini saja ? Aku terus mencari petunjuk dan jawaban tentang masalah ini. Aku terus bertanya kepada teman teman dekat ku dan hasilnya positif, mereka memberikan ku dukungan untuk melanjutkan perjuanganku selama ini, namun entah mengapa aku masih bimbang walaupun teman temanku mendukungku aku merasa semua asa telah sirna karena sikapnya yg tak menunjukan perasaannya terhadapku. Akhirnya akupun memberanikan diri untuk bertanya kepada teman dekatnya, hasilnya semakin menipiskan asa ku karena dia selalu berkata tidak tahu jika aku bertanya tentang perasaan si gadis pujaanku itu. Tetapi di balik itu semua ada makna terselubung yg membangkitkan semangatku untuk meneruskan perjuangan cintaku ini, temannya menyuruhku agar tetap meneruskan semua ini dan jangan menyerah dengan keadaan yg menimpaku selama ini karena dengan usaha dan doa semuanya pasti bisa berubah. Aku juga pernah bertanya pada temannya tentang peristiwa ulang tahunku waktu itu, dia hanya menjawab bahwa sang pujaan hatiku itu memang seorang yg agak cuek dengan hal seperti itu.


Beberapa hari setelah perbincangan itu dia pun menyinggung tentang hal ini, dia memberikan alasan karena dia merasa tidak enak dengan salah satu temannya yaitu mantanku, karena aku putus dengan mantanku belum lama dan mantanku tahu kalau aku sedang dekat dengan dia, dan mantanku ini selalu mengusik setiap hubunganku dengan wanita lain, oleh sebab itu dia tidak mau mencari perkara dalam permasalahan ini, dan aku pun memakluminya. Sekian waktu berselang kami pun semakin dekat, aku selalu berkomunikasi dengannya hampir setiap waktu dan aku sangat nyaman saat bersamanya tetapi entah mengapa jika kami bertemu seakan dunia berhenti sejenak, semua diam, tetapi detak jantungku berdetak keras, dan seakan ada aliran magnet dengan kutub yg berlainan diantara kami sehingga aku pun tidak bisa berdiam dekat di sampingnya. Tetapi secara bersamaan seakan ada aliran impuls listrik yg selalu membuat ku ingin terus dekat dengannya.

Dan hari itupun tiba, hari dimana seorang petarung berada di babak final dan siap untuk melumpuhkan lawannya untuk mendapatkan piala sebagai seorang juara, hari dimana kapasitas air laut yg sudah melebihi kapasitas yg hendak akan menenggelamkan daratan pesisir pantai, hari dimana aku tidak dapat menahan rasa yg telah terpendam lama yg setiap harinya makin tumbuh berkembang besar sampai hendak mengisi setiap kekosongan di hatiku ini, dan aku sudah berusaha menahan dengan sekuat tenaga namun tetap saja tidak bisa, lalu aku buat lah sebuah puisi yg mewakili segenap perasaan terdalam ku selama ini. Sebelum malam aku menyatakan semua perasaanku, pada sore harinya aku naik ke atap rumahku bernyanyi nyanyi dan meminta pertunjuk tentang hal ini. Aku sengaja menunggu sampai larut malam hingga ia tertidur karena puisi ini cukup panjang dan aku ingin dia melihatnya pada pagi di hari berikutnya. Tibalah di pagi hari itu, hari penentuan, aku tak bisa lepas dari hp ku, aku terus mengawasinya, hingga hadirlah suatu balasan, dan dia hanya berkata puisinya bagus.

Tetapi itu hanya candaan nya saja, dia berkata kepadaku untuk memikirkannya terlebih dahulu, aku pun menyetujuinya. Dan akhirnya datang juga sebuah malam dimana seseorang yg sangat hancur lebur hatinya namun sang bidadari datang untuk menyejukan hatinya sejuk seperti suasana musim semi di benua biru nan jauh disana, malam itu 12 Februari dia menjawabnya, di berkata kepada ku “I’m Yours” lalu berputarlah sebuah lagu sebagai back sound di balik kamar tidurku #np Jason Mraz – I’m Yours.

Sebenernya aku ingin menyatakan cinta ku kepadanya secara langsung tetapi tidak ada waktu dan suasana yg tepat waktu itu, dan kami setuju menjalani hubungan ini secara diam diam atau back street. Dan hari hari indahku pun berlanjut, aku merasa sangat bahagia karena telah memilikinya, aku terus mengesampingkan ego ku demi dia, semua ku korbankan untuk dia, hidupku hanya untuknya, tiada wanita lain lagi di dalam hati dan pikiranku selain dia. Aku selalu menawarkan untuk mengantarnya pulang ke rumahnya setiap hari, tetapi dia pun tak pernah bisa karena ia hanya berdua dengan sahabatnya yg berarah rumah yg sama dan jika aku pulang dengan dia maka sahabatnya itu akan sendiri pulang ke rumah dan dia pun tidak menginginkan hal itu, aku pun memakluminya.

Pada suatu ketika aku ingat hari itu hari valentine tanggal 14 februari, aku tengah nongkrong di tempat tongkrongan ku yaitu di belakang sekolah dia mengirimkan aku pesan singkat untuk menjemptnya di sekolah dan mengantarnya pulang, tanpa pikir panjang aku pun bergegas meninggalkan tempat itu dan segera menuju kesana, di sepanjang perjalanan aku merasa sangat nyaman dekatnya dan kami pun selalu berbincang bincang selama perjalanan, aku merasa bahagia karena aku bisa mengantar dia ke rumahnya dan memastikan dia pulang dengan selamat, selang waktu berganti akhirnya kami sampai di rumah bertuliskan nomer 16. Dan dia menyuruhku pulang dan aku berpamitan dengannya lalu aku pulang dengan perasaan paling bahagia dalam hidupku saat itu.


Aku menjalani hidupku untuknya,setiap saat aku relakan waktuku hanya untuknya. Sampai suatu ketika sehari sebelum dia berulang tahun aku berencana untuk memberikannya sesuatu. Aku ingin memberikannya sesuatu yg tidak mahal namun berkesan dan akhirnya aku membelikan bunga pada hari itu ditemani oleh temanku yg kebetulan temanku itu juga teman dekat dari orang yg mendekati kekasihku, tetapi aku mempercayai temanku.

Kami terus menunggu di depan tempat penjual bunga hingga aku mendapat kabar darinya yg rencananya aku ingin memberikan bunga itu hari ini, tapi sepertinya tidak mungkin sampai mentari mulai tenggelam pun aku tidak mendapatkan kabar darinya. Lalu aku segera pulang dan memberikannya pada esok hari dan aku juga terus menyusun rencana yg tepat untuk memberikan bunga ini pada nya, karena hubungan kami ini hanya aku, dia, dan sahabatnya yg tau, bahkan teman teman dekatku saja tidak mengetahuinya.

Dan tanpa terpikirkan olehku aku juga membelikan coklat untuknya, dan tanpa aku sadari yg aku berikannya padanya saat itu adalah inisial namaku dengan namanya yaitu Flower & Chocolate. Dan setelah aku menyusun rencana aku memutuskan untuk memberikannya pagi hari saat bel sekolah belum berbunyi, padahal aku merencanakan untuk menjemput nya di pagi itu tapi ternyata ia tidak bisa ku jemput, jikalau saja itu terjadi aku yakin hari itu akan menjadi salah satu pagi romantis yang terjadi di dalam hidupku. Setelah saling sepakat akhirnya kita berjanjian untuk bertemu di kantin sekolah, dan sesuai rencana itu pun terjadi walaupun aku sedikit telat dan dia yg menungguku di kantin, padahal aku sudah berangkat dari rumah sekitar pukul 6.30 tetapi aku berhenti di perjalanan terlebih dahulu agar waktu kami sampai di sekolah secara bersamaan sambil aku memandangi panorama sunrise yg amat indah dan menikmati sejuknya udara pagi yg menusuk hingga ke tulang rusukku.


Setelah ia mengabariku bahwa dia sudah berada di kantin aku pun bergegas kesana, ternyata pagi itu suasana kantin sekolah agak ramai karena nampaknya pertemuan kami sudah agak siang dan sebentar lagi bel sekolah pun akan berdering, tetapi ketika aku melihat dia tengah duduk di salah satu bangku kantin aku langsung menghampirinya, tanpa pikir panjang aku pun langsung saja mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya, dan sesaat kemudian aku memberikannya coklat dia pun tersenyum dan tak lama kemudian aku memberikannya sekuntum bunga mawar merah sekejap ia pun terkejut karena ini terlalu frontal menurutnya, karena suasana di sekeliling kami tidak lah sepi namun sejenak aku mencoba membuat nya untuk tidak menghiraukan hal tersebut, aku sangat lega waktu itu karena akhirnya rencana ku berhasil dan ia pun terlihat senang di pagi itu. Lalu kami naik ke atas untuk menuju kelas secara bersamaan, walaupun banyak orang yg melihat kami berdua tapi aku tak peduli saat itu, aku pun tak takut jika rahasia kamu diketahui banyak orang, di perjalanan aku memberitahu kan dia bahwa temanku yg juga kebetulan teman dekat dari pria yg mendekatinya juga mengetahui hal ini, dia tahu karena aku membeli bunga dengannya seperti yg sudah aku ceritakan dia bagian atas.


Dan aku lihat raut wajahnya, dia pun terlihat agak takut dan resah dengan hal itu, aku pun menenangkannya, aku memberitahunya bahwa segalanya pasti akan baik baik saja. Walaupun itu hari ulang tahunnya pada hari itu aku amat sibuk karena aku sedang megurus SNMPTN undangan dan juga bidik misi, aku jarang di kelas aku pun harus pulang ke rumah untuk mengambil persyaratan yg belum terpenuhi, dan saat aku tak di kelas aku pun tak tahu tentang kejutan yg diberikan kepadanya walaupun aku tahu dari hari hari sebelum itu teman temannya merencanakan hal tersebut.


Akhirnya suara bel panjang pun berbunyi dan waktunya pulang untuk siswa di sma ku, aku berencana untuk mengantarnya pulang ke rumahnnya tetapi ia berkata ia tidak bisa karena harus pulang bersama temannya, dan aku menepikan rasa ego ku dan membiarkannya pulang bersama teman temannya. Semuanya terasa senang seperti biasa dan terasa lancar lancar saja sampai pada malam itu, aku tahu bahwa dia les pada hari itu tetapi sampai jam 9 sms ku tak kunjung ia balas, aku pun merasa resah dan gelisah aku takut sesuatu hal yg buruk terjadi padanya, lalu aku menanyakan kepada sahabatnya, dia memberitahuku jika ada peristiwa penting dalam keluarga kekasihku itu pasti keluarganya merayakan hal tersebut, dan aku memakluminya. 

Aku terus menunggunya untuk membalas sms ku tetapi sampai hari berganti dia tak kunjung membalasnya, akhirnya aku putuskan untuk tidur. Keesokan paginya saat aku alarm ku berdering dan ku lihat waktu telah menunjukan pukul 5 tepat lalu aku bergegas meihat handphone ku, tetapi tak ku lihat satu pun balasan pesan singkat darinya dan aku juga membuka jejaring sosial.

Ku lihat disitu dia membalas semua ucapan selamat ulang tahun dari teman temannya, aku pun sejenak terkejut melihat hal itu. Aku bingung dengan yang terjadi saat ini, apa yg merasuki pikirannya, apa yg dia sembunyikan dariku, kenapa semua nya begitu menjadi aneh saat ini. Lalu aku bersiap siap untuk berangkat ke sekolah, setelah rapi aku pun berangkat menuju ke sekolah. Di sekolah aku terus memerhatikannya, tetapi ku lihat semua terasa sangat wajar, mungkin saat itu aku sedikit agak kesal atas kelakuannya, saat dia duduk berdekatan denganku aku pun mengalihkan pandanganku dan bersikap acuh tak acuh kepadanya. Di kelas aku selalu mencari jawaban atas tindakannya tersebut, aku terus menanyakan tentang masalah yg ku hadapi kepada sahabatnya, dan sahabatnya pun berkata tidak mengetahui tentang hal yg terjadi padaku saat ini.

Hingga waktu jam pelajaran berakhir aku masih bingung dengan semua ini, lalu setelah pulang aku segera bergegas menuju tempat tongkrongan ku di belakang sekolah. Pada waktu itu aku terus menghubunginya dan meminta penjelasan kepadanya tentang hal ini. Aku menyarankan “we need to talk” dan dia terus memikirkan hal tersebut. Akhirnya dia menyuruhku menemuinya di sekolah. Aku pun tak menyangka hingga waktu sore seperti ini dia masih berada di sana, ternyata dia menemani sahabatnya latihan drama untuk ujian praktek awal Maret nanti.

Aku pun segera bergegas menuju ke sana. Dia memintaku untuk menemuinya di lantai tiga di sekolahku, disini lah hari penyesalan ku yg tiada berakhir sampai saat ini, hari yg membuatku sulit untuk bangkit dari kehidupanku saat ini, hari dimana semua tujuan hidupku berubah seratus delapan puluh derajat. Saat dia menemuiku aku menyegerakan untuk bertanya tentang masalah kami, sekejap setelah aku berhenti berbicara dia berkata kepadaku dengan pandangan yang kosong bahwa sebaiknya hubungan kami di sudahi saja, sejenak aku pun terdiam, berbagai pertanyaan tersirat di dalam benakku, tubuhku menjadi lesu, pikiranku sudah tak karuan adanya.

Lalu aku bertanya mengapa dia mengatakan hal tersebut dia mengutarakan banyak alasan yang tidak logis dalam akal sehatku, seperti aku sudah dapat snmptn undangan, kami tidak cocok, padahal kami baru saja memulai hubungan ini, belum ada satu pekan pun.

Setelah sekian lama berdebat, emosi ku mulai mereda, ku pandangi cahaya sinar matahari yg mulai redup dan ingin tenggelam, lalu ku pandangi wajah nya yg cantik nan memesona namun setelah ku telusuri lebih dalam terlalu banyak pertanyaan yg timbul di raut wajah cantiknya tersebut, dan aku menanyakan sekali lagi tentang keputusannnya tersebut, dan ia tetap mengiyakan keputusannya, sejenak hati ku pun luluh aku juga menyetujui permintaannya tersebut, mungkin ini karena cintaku yg sudah terlalu dalam kepadanya, aku tak ingin dia terluka dia lebih tahu tentang yg dihadapinya selama ini, aku tak mau wajah cantiknya itu terbasahi oleh air mata nya sendiri, walaupun sampai saat ini aku masih menyesal karena telah menyetujui permintaannya tersebut dan kisah cinta yg telah ku rajut dan ku jaga keindahannya pun berakhir di sore ini 17 Februari. #np Roxette – It Must Have Been Love

Setelah peristiwa itu aku lekas meninggalkan tempat tersebut dan bergegas untuk pergi futsal agar aku tidak terlarut dalam masalah ini. Dan tepat sudah tiga hari berlalu setelah hubungan kami berakhir aku masih terlarut dalam kesedihanku, terlalu banyak air mata yg ku teteskan dan mengalir di pipiku walaupun aku berusaha terus untuk membendungnya tetapi tetap saja ia keluar tanpa hambatan. Malamnya pun aku menghubungi mantanku, aku mengajaknya untuk kembali merajut hubungan ini kembali tetapi dia tak menanggapinya, aku pun merasa hancur pada waktu itu, aku tak tahu lagi harus berbuat apa, air mata ku terus mengalir membasahi pipiku.

Aku merasa jika semua telah berakhir, aku telah kalah semua nya telah membuatku tersesat merana seperti ini, tak akan ada lagi cinta yg indah di luar sana, wanita yg selalu aku bangga bangga kan yg selalu aku sayangi telah menikam jantungku dengan belati yg tajam dari belakang tubuhku. #np The Cranberries – Dying In The Sun

Setelah itu, sejenak aku pun tersadar hidupku masih panjang dan aku tak boleh seperti ini. Aku membulatkan tekadku, aku berusaha untuk melupakannya dan membuang semua kisah yg terjadi diantara kami. Dan semua itu pun berhasil, hari hariku tak kelam lagi, aku menjalani kehidupanku dengan biasa lagi, dan mulai terbiasa tanpa kehadirannya di sisiku. Sampai suatu ketika sekitar seminggu setelah aku bangkit dalam keterpurukanku, dia mulai menghubungiku lagi.

Ketika suatu hal telah berakhir maka itu sebenarnya adalah saat awal permulaan dari hal tersebut. Dia mula mula mencari topik pembicaraan dan aku menanggapinya dengan biasa saja, atau dengan cuek. Lama kelamaan dia pun mulai semakin dekat denganku seperti waktu itu namun aku tak serius dengan perlakuannya, aku terus menanyakan kepadanya alasan berakhirnya hubungan kami, namun dia selalu menutup tutupi hal tersebut.

Lama kelamaan dia pun memberitahukannya kepadaku, alasan kami berpisah adalah karena teman temanya yg tak suka melihat hubungan kami dia merasa tertekan karena teman temannya berlaku sinis terhadapnya, teman temannya tak suka dengan hubungan kami karena ada seorang pria yg mendekati mantanku tersebut dia sudah lama mendekatinya tetapi tak kunjung juga mantanku menerima cintanya tetapi ia malah memilih aku. Dan pria tersebut adalah sahabat dari teman temanya tersebut. Aku tak tahu dari mana kabar hubungan kami terdengar oleh teman temannya, setelah mendengar semua penjelasannya hati ku pun luluh dan kembali takluk oleh nya.

Dan kami pun dekat kembali seperti saat itu. Aku mulai bingung dengan tingkahnya karena walaupun kami dekat kembali ia seperti menjaga jarak terhadapku. Dia berjani ingin memberitahukanku suatu hal, tetapi dia memintaku untuk menemuinya secara langsung, namun tak pernah ada waktu yg tepat untuk hal tersebut. Akhirnya dia memberitahu kepadaku bahwa sebenarnya dia telah menjalin hubungan dengan pria tersebut lantas aku pun seraya terkejut bukan main, aku merasa telah dibodohi olehnya. Aku pun kembali menjadi diriku yg berkepribadian dingin, dia terus meyakinkan aku bahwa walaupun dia dengannya tetapi hatinya bersamaku, aku pun enggan dengan hal tersebut, lama kelamaan ia pun sekali lagi berhasil memperdaya hatiku, aku pun tak tahu apakah ini benar atau salah, aku sudah tak tahu lagi harus bagaimana. Aku pernah menyuruhnya untuk memutuskan hubungannya dia hanya menjawab semua hanyalah masalah waktu dan aku menawarkan untuk membertitahu kepada pria itu apa yg sebenarnya terjadi dia pun menolak dan menyuruhku untuk sabar dan terus meyakinkanku agar terus bersama nya tetapi tak pernah menahanku untuk pergi dari kehidupannya.

Aku sadar bahwa wanita itu memiliki sifat tak ingin kehilangan sesuatu yg telah hadir dalam kehidupannya dan tidak bisa tegas dalam mengambil keputusan. Dia berkata kepadaku dia hanya tak ingin menyakiti kami berdua, tetapi secara tidak langsung dia menyakiti hati pria tersebut dan secara langsung dia menyakitiku. Aku teringat kejadian hari jum’at sekitar dua minggu yg lalu saat aku belum tahu bahwa dia telah menjalin hubungan dengan pria itu, pagi itu aku mengetahui perasaannya setelah dia menyarankanku melihat salah satu jejaring sosialnya, ternyata dia mencintaiku. Aku tak tahu harus berkata apa lagi dan perasaanku terhadapnya sangat tak menentu pada hari itu.


Sore setelah jam sekolah berakhir aku menghubunginya kembali, aku masih berada di sekolah tepatnya di kantin dan sesaat setelah itu dia pun berjalan sendiri lewat kantin aku pun tak mengetahui hal tersebut, dia pun menghampiriku, aku pun menyapanya dan menawarkan untuk mengantarkannya pulang tetapi ia menolak dengan alasan ingin naik taksi saja aku pun mengiyakan tetapi sesaat dia berjalan menjauhiku aku mengejarnya dan berusaha untuk mendapatkan kesempatan itu tetapi ia pun bersih keras dengan keinginannya tersebut.

Dan dia pun pulang, saat aku ingin meninggalkan parkiran sekolah dengan motorku aku melihat motor pria itu masih ada. Setelah malam hari aku melihat sedikit percekcokan di jejaring sosial dan aku baru menyadari kenapa ia tak mau pulang bersamaku.

Hari hari indah ku jalani bersama nya walaupun dia telah menjalani hubungan dengan pria itu, dia pun tak menghiraukannya, kami pun layaknya sepasang kekasih yg menjalin hubungan dan merajut tali cinta kasih setiap harinya aku pun tak tahu ini benar atau salah aku juga tak tahu jalan di depan sana akan seperti apa, dia membuatku selalu nyaman di dekatnya, aku juga merasa aman saat bersamanya kami tak pernah peduli ada orang yg tersakiti karena kami saling mencintai. #np Daniel Beddingfield – If You’re Not The One

Lama kelamaan aku pun mulai jera dengan semua ini semua yg ada di dalam benakku telah ku utarakan aku pun telah mengorbankan semuanya kepada dirinya, tetapi tak kunjung jua ia memilihku dan meninggalkan pria itu, tak ada perubahan sama sekali atas usaha ku selama ini. Aku terus menerus menceritakan hal ini kepada teman teman terdekatku dan meminta saran hal apa yg harus kulakukan agar semua masalah ini selesai.

Sebagian besar teman temanku mendukungku agar terus meneruskan hubungan ini tetapi ada juga yg tidak setuju dan menyarankanku untuk mengakhiri semuanya dan pergi jauh dari kehidupan dia. Aku terus mempertimbangkan semua hal, aku juga meminta saran dari dia namun ia pun sudah tak tahu lagi harus bagaimana, pernah suatu waktu aku memintanya berjanji bahwa aku akan menjalin hubungan lagi dengannya tetapi dia pun tak menanggapinya. Dia bilang tak bisa menjanjika apapun kepadaku dan ia pun tak pernah menahanku agar tak pergi dari kehidupannya.

Setiap kali aku bertanya tentang kejelasan hubungan ini dia selalu saja menghindar dan terlihat enggan menanggapinya. Dia seperti sudah jera dengan masalah ini dan membuatku agar tak menghiraukan ini lagi tetapi aku tak bisa, hubungan ini harus jelas. Lalu aku pun sadar dia tak mampu mengorbankan dirinya untuk ku, dia tak mau mengambil resiko atas perbuatannya, dia selalu lari dari masalah yg dihadapinya dan mencari jalan terbaik agar dirinya selamat dari semua ini dengan mengorbankan orang lain.

Karena temanku aku pun berfikiran negatif tentangnya, bisa saja dia berbohong selama ini padaku, yang mengetahui hati seseorang itu hanyalah tuhan dan dirinya. Dia tak pernah bertaruh di hidupnya untuk aku yg telah menaruhkan segalanya untuk dirinya. Aku tersadar menunggunya selama ini hanya mengorbankan waktuku, dia bukan lah seorang pengambil keputusan, akulah orang tersebut, aku yg harus memutuskan akhir dari hubungan ini. Lalu sekali lagi aku membulatkan tekadku, walaupun ini terasa sakit dan menusuk aku harus meninggalkannya agar ia sadar bahwa berapa pentingnya dia bagiku. #np Escape The Fate – Harder Than You Know


Hari hari ku jalani tanpa dirinya lagi tetapi semua kini terasa berbeda aku merasa bahwa ia telah mengambil separuh jiwaku, setiap saat dia selalu hadir di dalam pikiranku, dan setiap aku meninggalkannya dia selalu saja menjadi tidak nafsu makan dan kemudian menjadi sakit. Sesungguhnya aku pun tak tega melihatnya seperti itu, tetapi hati kecilku berkata sebaliknya, ini semua agar ia sadar apa arti cinta yg sesunggunhya. Aku selalu memeriksa kabarnya setiap hari, memastika keadaanya, aku hanya peduli terhadapnya.


Di dalam kesendirianku aku belajar banyak hal, jika kami memang berjodoh maka Tuhan akan mempertemukan kami kembali. Aku pun sadar aku tak bisa hidup tanpanya, tetapi inilah jalan yg terbaik untuk kami. Aku pun tak tahu mengapa hati ku menjadi lemah seperti ini, mungkin karena dia adalah wanita pertama yg telah mengecewakanku selama perjalanan cintaku ini. Aku pun teah memberikan segalanya bahkan semua kekuranganku, dia seperti bulan di malam hari, terlihat begitu dekat indah dan menenangkan hati tetapi terlalu jauh untuk di jangkau dengan tanganku.


Seringkali dia menghubungiku tetapi kali ini aku bersikap biasa saja aku sudah tak termakan lagi oleh rayuannya, aku sudah terlalu banyak menelan pil pahit yg ia berikan kepadaku. Kami pun seringkali mencoba untuk berteman layaknya teman biasa namun tak kunjung itu berhasil, memang semuanya harus berakhir karena semua luka tak bisa di hapus lagi dan tak akan pernah terobati, dan hal yg telah patah itu tak akan bisa di sambung lagi.

Walaupun kami berusaha menjalin itu dari awal nampaknya percuma karena dia masih bersama pria itu, dia pernah mengatakan kepadaku bahwa semua ini hanya masalah waktu namun sampai kapan semua ini akan berakhir? Aku pun tak bisa menjawab karena dia tak pernah memberikan kepastian padaku. Dia selalu menunggu waktu yg tepat untuk memutuskan pria itu dan tak pernah ada waktu yg tepat untuk mengatakannya, ya semua itu karena kita hidup di dunia ini memang penuh dengan masalah, jika salah satu sudah selesai pasti akan ada masalah yg lain untuk menggantikannya.

Jika aku lanjutkan semua nya pun akan terasa percuma karena ia terlalu ego untuk memilih. Dan terlalu buta untuk melihat dengan mata hatinya. #np Air Suply – Good Bye


Aku teringat suatu ketika aku pernah berdoa agar Tuhan tak membuatku suka terhadap lawan jenisku kecuali dialah jodohku, tetapi itu manusiawi. Mungkin kisah cinta ini adalah jawaban dari doa ku tersebut.

Aku mencintainya bahkan sangat tetapi tak bisa memilikinya. Jika suatu hari ia sudah putus dengan pria itu dan kami melanjutkan hubungan kami kembali itu juga tak jauh berbeda dengan kumpulan sampah yg berada di tepi laut, karena dia tak pernah mengerti apa arti cinta yg sesungguhnya di dalam kehidupan ini.


This never ending story Paid for with pride and fate We all fall short of glory Lost in our fate. No, I’m not saying I’m sorry One day maybe we’ll meet again. 30 Seconds To Mars – Closer To The Edge