Rabu, 20 Juni 2012

Broken Part One...

Mungkin semua yg telah terjadi padaku saat ini adalah jawaban dari doa ku selama ini, Kisah ini berawal di penghujung tahun 2011, aku sangat ingat sewaktu itu kami memang tidak terlalu dekat namun aku telah mengenalnya sejak kelas XI dan kurasa pada saat itu aku jatuh cinta pada pandangan pertama padanya lebih tepatnya hanya sekedar suka, namun selalu ku pendam rasa itu dan ku biarkan mengalir di dalam diriku dan aku berharap dapat hilang dengan sendirinya maka dari itu aku tidak ingin mengenalnya terlalu dekat.

Lambat laun rasa itu pun tak kunjung sirna, bahkan rasa itu semakin besar dan pada waktu itu aku berusaha untuk mendekatinya terlebih dahulu. Awal permulaan pendekatan kami terlihat lancar namun tak selalu mulus dalam perjalanan karena aku tahu kalau dia juga dekat dengan seorang pria di sekolah kami juga. Namun aku tak pernah menghiraukan itu, aku juga tak pernah menganggap itu sebuah hambatan karena aku merasa sangat nyaman dengannya terlebih dia sangat baik terhadapku.

Pernah suatu waktu saat aku berulang tahun aku sangat mengharapkan ucupan terindah darinya, aku menunggu sejak pergantian hari namun tak kunjung ada, tetapi saat aku melihat facebook aku melihat dia mengirimkan ucapan yg sangat singkat dan tampak tak berkesan yaitu ”met milad ya” padahal aku sangat mengharapkan lebih dari itu tapi aku berfikiran “ya sdahlah mungkin aku bukan seseorang yg berarti untuknya”. Sampai sampai aku tidak membalas mention nya padahal saat itu aku sedang berulang tahun namun dalam percakapan kami dia tidak sekalipun menyinggung hal itu, sampai suatu ketika aku tidak membalasnya tetapi aku membalas mention temanku yg lain, dan tak lama kemudian aku sangat kaget karena dia mengirim sms kepadaku dan berisi tentang mention yg tak ku balas sejenak aku pun bingung harus membalasnya seperti apa, tetapi setelah aku berfikir aku membalasnya dengan santai saja.

Setelah peristiwa pada hari itu mulai lah muncul pertanyaan dari lubuk hatiku, apakah aku harus melanjutkan perjuangan ku selama ini atau semuanya cukup berhenti sampai disini saja ? Aku terus mencari petunjuk dan jawaban tentang masalah ini. Aku terus bertanya kepada teman teman dekat ku dan hasilnya positif, mereka memberikan ku dukungan untuk melanjutkan perjuanganku selama ini, namun entah mengapa aku masih bimbang walaupun teman temanku mendukungku aku merasa semua asa telah sirna karena sikapnya yg tak menunjukan perasaannya terhadapku. Akhirnya akupun memberanikan diri untuk bertanya kepada teman dekatnya, hasilnya semakin menipiskan asa ku karena dia selalu berkata tidak tahu jika aku bertanya tentang perasaan si gadis pujaanku itu. Tetapi di balik itu semua ada makna terselubung yg membangkitkan semangatku untuk meneruskan perjuangan cintaku ini, temannya menyuruhku agar tetap meneruskan semua ini dan jangan menyerah dengan keadaan yg menimpaku selama ini karena dengan usaha dan doa semuanya pasti bisa berubah. Aku juga pernah bertanya pada temannya tentang peristiwa ulang tahunku waktu itu, dia hanya menjawab bahwa sang pujaan hatiku itu memang seorang yg agak cuek dengan hal seperti itu.


Beberapa hari setelah perbincangan itu dia pun menyinggung tentang hal ini, dia memberikan alasan karena dia merasa tidak enak dengan salah satu temannya yaitu mantanku, karena aku putus dengan mantanku belum lama dan mantanku tahu kalau aku sedang dekat dengan dia, dan mantanku ini selalu mengusik setiap hubunganku dengan wanita lain, oleh sebab itu dia tidak mau mencari perkara dalam permasalahan ini, dan aku pun memakluminya. Sekian waktu berselang kami pun semakin dekat, aku selalu berkomunikasi dengannya hampir setiap waktu dan aku sangat nyaman saat bersamanya tetapi entah mengapa jika kami bertemu seakan dunia berhenti sejenak, semua diam, tetapi detak jantungku berdetak keras, dan seakan ada aliran magnet dengan kutub yg berlainan diantara kami sehingga aku pun tidak bisa berdiam dekat di sampingnya. Tetapi secara bersamaan seakan ada aliran impuls listrik yg selalu membuat ku ingin terus dekat dengannya.

Dan hari itupun tiba, hari dimana seorang petarung berada di babak final dan siap untuk melumpuhkan lawannya untuk mendapatkan piala sebagai seorang juara, hari dimana kapasitas air laut yg sudah melebihi kapasitas yg hendak akan menenggelamkan daratan pesisir pantai, hari dimana aku tidak dapat menahan rasa yg telah terpendam lama yg setiap harinya makin tumbuh berkembang besar sampai hendak mengisi setiap kekosongan di hatiku ini, dan aku sudah berusaha menahan dengan sekuat tenaga namun tetap saja tidak bisa, lalu aku buat lah sebuah puisi yg mewakili segenap perasaan terdalam ku selama ini. Sebelum malam aku menyatakan semua perasaanku, pada sore harinya aku naik ke atap rumahku bernyanyi nyanyi dan meminta pertunjuk tentang hal ini. Aku sengaja menunggu sampai larut malam hingga ia tertidur karena puisi ini cukup panjang dan aku ingin dia melihatnya pada pagi di hari berikutnya. Tibalah di pagi hari itu, hari penentuan, aku tak bisa lepas dari hp ku, aku terus mengawasinya, hingga hadirlah suatu balasan, dan dia hanya berkata puisinya bagus.

Tetapi itu hanya candaan nya saja, dia berkata kepadaku untuk memikirkannya terlebih dahulu, aku pun menyetujuinya. Dan akhirnya datang juga sebuah malam dimana seseorang yg sangat hancur lebur hatinya namun sang bidadari datang untuk menyejukan hatinya sejuk seperti suasana musim semi di benua biru nan jauh disana, malam itu 12 Februari dia menjawabnya, di berkata kepada ku “I’m Yours” lalu berputarlah sebuah lagu sebagai back sound di balik kamar tidurku #np Jason Mraz – I’m Yours.

Sebenernya aku ingin menyatakan cinta ku kepadanya secara langsung tetapi tidak ada waktu dan suasana yg tepat waktu itu, dan kami setuju menjalani hubungan ini secara diam diam atau back street. Dan hari hari indahku pun berlanjut, aku merasa sangat bahagia karena telah memilikinya, aku terus mengesampingkan ego ku demi dia, semua ku korbankan untuk dia, hidupku hanya untuknya, tiada wanita lain lagi di dalam hati dan pikiranku selain dia. Aku selalu menawarkan untuk mengantarnya pulang ke rumahnya setiap hari, tetapi dia pun tak pernah bisa karena ia hanya berdua dengan sahabatnya yg berarah rumah yg sama dan jika aku pulang dengan dia maka sahabatnya itu akan sendiri pulang ke rumah dan dia pun tidak menginginkan hal itu, aku pun memakluminya.

Pada suatu ketika aku ingat hari itu hari valentine tanggal 14 februari, aku tengah nongkrong di tempat tongkrongan ku yaitu di belakang sekolah dia mengirimkan aku pesan singkat untuk menjemptnya di sekolah dan mengantarnya pulang, tanpa pikir panjang aku pun bergegas meninggalkan tempat itu dan segera menuju kesana, di sepanjang perjalanan aku merasa sangat nyaman dekatnya dan kami pun selalu berbincang bincang selama perjalanan, aku merasa bahagia karena aku bisa mengantar dia ke rumahnya dan memastikan dia pulang dengan selamat, selang waktu berganti akhirnya kami sampai di rumah bertuliskan nomer 16. Dan dia menyuruhku pulang dan aku berpamitan dengannya lalu aku pulang dengan perasaan paling bahagia dalam hidupku saat itu.


Aku menjalani hidupku untuknya,setiap saat aku relakan waktuku hanya untuknya. Sampai suatu ketika sehari sebelum dia berulang tahun aku berencana untuk memberikannya sesuatu. Aku ingin memberikannya sesuatu yg tidak mahal namun berkesan dan akhirnya aku membelikan bunga pada hari itu ditemani oleh temanku yg kebetulan temanku itu juga teman dekat dari orang yg mendekati kekasihku, tetapi aku mempercayai temanku.

Kami terus menunggu di depan tempat penjual bunga hingga aku mendapat kabar darinya yg rencananya aku ingin memberikan bunga itu hari ini, tapi sepertinya tidak mungkin sampai mentari mulai tenggelam pun aku tidak mendapatkan kabar darinya. Lalu aku segera pulang dan memberikannya pada esok hari dan aku juga terus menyusun rencana yg tepat untuk memberikan bunga ini pada nya, karena hubungan kami ini hanya aku, dia, dan sahabatnya yg tau, bahkan teman teman dekatku saja tidak mengetahuinya.

Dan tanpa terpikirkan olehku aku juga membelikan coklat untuknya, dan tanpa aku sadari yg aku berikannya padanya saat itu adalah inisial namaku dengan namanya yaitu Flower & Chocolate. Dan setelah aku menyusun rencana aku memutuskan untuk memberikannya pagi hari saat bel sekolah belum berbunyi, padahal aku merencanakan untuk menjemput nya di pagi itu tapi ternyata ia tidak bisa ku jemput, jikalau saja itu terjadi aku yakin hari itu akan menjadi salah satu pagi romantis yang terjadi di dalam hidupku. Setelah saling sepakat akhirnya kita berjanjian untuk bertemu di kantin sekolah, dan sesuai rencana itu pun terjadi walaupun aku sedikit telat dan dia yg menungguku di kantin, padahal aku sudah berangkat dari rumah sekitar pukul 6.30 tetapi aku berhenti di perjalanan terlebih dahulu agar waktu kami sampai di sekolah secara bersamaan sambil aku memandangi panorama sunrise yg amat indah dan menikmati sejuknya udara pagi yg menusuk hingga ke tulang rusukku.


Setelah ia mengabariku bahwa dia sudah berada di kantin aku pun bergegas kesana, ternyata pagi itu suasana kantin sekolah agak ramai karena nampaknya pertemuan kami sudah agak siang dan sebentar lagi bel sekolah pun akan berdering, tetapi ketika aku melihat dia tengah duduk di salah satu bangku kantin aku langsung menghampirinya, tanpa pikir panjang aku pun langsung saja mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya, dan sesaat kemudian aku memberikannya coklat dia pun tersenyum dan tak lama kemudian aku memberikannya sekuntum bunga mawar merah sekejap ia pun terkejut karena ini terlalu frontal menurutnya, karena suasana di sekeliling kami tidak lah sepi namun sejenak aku mencoba membuat nya untuk tidak menghiraukan hal tersebut, aku sangat lega waktu itu karena akhirnya rencana ku berhasil dan ia pun terlihat senang di pagi itu. Lalu kami naik ke atas untuk menuju kelas secara bersamaan, walaupun banyak orang yg melihat kami berdua tapi aku tak peduli saat itu, aku pun tak takut jika rahasia kamu diketahui banyak orang, di perjalanan aku memberitahu kan dia bahwa temanku yg juga kebetulan teman dekat dari pria yg mendekatinya juga mengetahui hal ini, dia tahu karena aku membeli bunga dengannya seperti yg sudah aku ceritakan dia bagian atas.


Dan aku lihat raut wajahnya, dia pun terlihat agak takut dan resah dengan hal itu, aku pun menenangkannya, aku memberitahunya bahwa segalanya pasti akan baik baik saja. Walaupun itu hari ulang tahunnya pada hari itu aku amat sibuk karena aku sedang megurus SNMPTN undangan dan juga bidik misi, aku jarang di kelas aku pun harus pulang ke rumah untuk mengambil persyaratan yg belum terpenuhi, dan saat aku tak di kelas aku pun tak tahu tentang kejutan yg diberikan kepadanya walaupun aku tahu dari hari hari sebelum itu teman temannya merencanakan hal tersebut.


Akhirnya suara bel panjang pun berbunyi dan waktunya pulang untuk siswa di sma ku, aku berencana untuk mengantarnya pulang ke rumahnnya tetapi ia berkata ia tidak bisa karena harus pulang bersama temannya, dan aku menepikan rasa ego ku dan membiarkannya pulang bersama teman temannya. Semuanya terasa senang seperti biasa dan terasa lancar lancar saja sampai pada malam itu, aku tahu bahwa dia les pada hari itu tetapi sampai jam 9 sms ku tak kunjung ia balas, aku pun merasa resah dan gelisah aku takut sesuatu hal yg buruk terjadi padanya, lalu aku menanyakan kepada sahabatnya, dia memberitahuku jika ada peristiwa penting dalam keluarga kekasihku itu pasti keluarganya merayakan hal tersebut, dan aku memakluminya. 

Aku terus menunggunya untuk membalas sms ku tetapi sampai hari berganti dia tak kunjung membalasnya, akhirnya aku putuskan untuk tidur. Keesokan paginya saat aku alarm ku berdering dan ku lihat waktu telah menunjukan pukul 5 tepat lalu aku bergegas meihat handphone ku, tetapi tak ku lihat satu pun balasan pesan singkat darinya dan aku juga membuka jejaring sosial.

Ku lihat disitu dia membalas semua ucapan selamat ulang tahun dari teman temannya, aku pun sejenak terkejut melihat hal itu. Aku bingung dengan yang terjadi saat ini, apa yg merasuki pikirannya, apa yg dia sembunyikan dariku, kenapa semua nya begitu menjadi aneh saat ini. Lalu aku bersiap siap untuk berangkat ke sekolah, setelah rapi aku pun berangkat menuju ke sekolah. Di sekolah aku terus memerhatikannya, tetapi ku lihat semua terasa sangat wajar, mungkin saat itu aku sedikit agak kesal atas kelakuannya, saat dia duduk berdekatan denganku aku pun mengalihkan pandanganku dan bersikap acuh tak acuh kepadanya. Di kelas aku selalu mencari jawaban atas tindakannya tersebut, aku terus menanyakan tentang masalah yg ku hadapi kepada sahabatnya, dan sahabatnya pun berkata tidak mengetahui tentang hal yg terjadi padaku saat ini.

Hingga waktu jam pelajaran berakhir aku masih bingung dengan semua ini, lalu setelah pulang aku segera bergegas menuju tempat tongkrongan ku di belakang sekolah. Pada waktu itu aku terus menghubunginya dan meminta penjelasan kepadanya tentang hal ini. Aku menyarankan “we need to talk” dan dia terus memikirkan hal tersebut. Akhirnya dia menyuruhku menemuinya di sekolah. Aku pun tak menyangka hingga waktu sore seperti ini dia masih berada di sana, ternyata dia menemani sahabatnya latihan drama untuk ujian praktek awal Maret nanti.

Aku pun segera bergegas menuju ke sana. Dia memintaku untuk menemuinya di lantai tiga di sekolahku, disini lah hari penyesalan ku yg tiada berakhir sampai saat ini, hari yg membuatku sulit untuk bangkit dari kehidupanku saat ini, hari dimana semua tujuan hidupku berubah seratus delapan puluh derajat. Saat dia menemuiku aku menyegerakan untuk bertanya tentang masalah kami, sekejap setelah aku berhenti berbicara dia berkata kepadaku dengan pandangan yang kosong bahwa sebaiknya hubungan kami di sudahi saja, sejenak aku pun terdiam, berbagai pertanyaan tersirat di dalam benakku, tubuhku menjadi lesu, pikiranku sudah tak karuan adanya.

Lalu aku bertanya mengapa dia mengatakan hal tersebut dia mengutarakan banyak alasan yang tidak logis dalam akal sehatku, seperti aku sudah dapat snmptn undangan, kami tidak cocok, padahal kami baru saja memulai hubungan ini, belum ada satu pekan pun.

Setelah sekian lama berdebat, emosi ku mulai mereda, ku pandangi cahaya sinar matahari yg mulai redup dan ingin tenggelam, lalu ku pandangi wajah nya yg cantik nan memesona namun setelah ku telusuri lebih dalam terlalu banyak pertanyaan yg timbul di raut wajah cantiknya tersebut, dan aku menanyakan sekali lagi tentang keputusannnya tersebut, dan ia tetap mengiyakan keputusannya, sejenak hati ku pun luluh aku juga menyetujui permintaannya tersebut, mungkin ini karena cintaku yg sudah terlalu dalam kepadanya, aku tak ingin dia terluka dia lebih tahu tentang yg dihadapinya selama ini, aku tak mau wajah cantiknya itu terbasahi oleh air mata nya sendiri, walaupun sampai saat ini aku masih menyesal karena telah menyetujui permintaannya tersebut dan kisah cinta yg telah ku rajut dan ku jaga keindahannya pun berakhir di sore ini 17 Februari. #np Roxette – It Must Have Been Love

Setelah peristiwa itu aku lekas meninggalkan tempat tersebut dan bergegas untuk pergi futsal agar aku tidak terlarut dalam masalah ini. Dan tepat sudah tiga hari berlalu setelah hubungan kami berakhir aku masih terlarut dalam kesedihanku, terlalu banyak air mata yg ku teteskan dan mengalir di pipiku walaupun aku berusaha terus untuk membendungnya tetapi tetap saja ia keluar tanpa hambatan. Malamnya pun aku menghubungi mantanku, aku mengajaknya untuk kembali merajut hubungan ini kembali tetapi dia tak menanggapinya, aku pun merasa hancur pada waktu itu, aku tak tahu lagi harus berbuat apa, air mata ku terus mengalir membasahi pipiku.

Aku merasa jika semua telah berakhir, aku telah kalah semua nya telah membuatku tersesat merana seperti ini, tak akan ada lagi cinta yg indah di luar sana, wanita yg selalu aku bangga bangga kan yg selalu aku sayangi telah menikam jantungku dengan belati yg tajam dari belakang tubuhku. #np The Cranberries – Dying In The Sun

Setelah itu, sejenak aku pun tersadar hidupku masih panjang dan aku tak boleh seperti ini. Aku membulatkan tekadku, aku berusaha untuk melupakannya dan membuang semua kisah yg terjadi diantara kami. Dan semua itu pun berhasil, hari hariku tak kelam lagi, aku menjalani kehidupanku dengan biasa lagi, dan mulai terbiasa tanpa kehadirannya di sisiku. Sampai suatu ketika sekitar seminggu setelah aku bangkit dalam keterpurukanku, dia mulai menghubungiku lagi.

Ketika suatu hal telah berakhir maka itu sebenarnya adalah saat awal permulaan dari hal tersebut. Dia mula mula mencari topik pembicaraan dan aku menanggapinya dengan biasa saja, atau dengan cuek. Lama kelamaan dia pun mulai semakin dekat denganku seperti waktu itu namun aku tak serius dengan perlakuannya, aku terus menanyakan kepadanya alasan berakhirnya hubungan kami, namun dia selalu menutup tutupi hal tersebut.

Lama kelamaan dia pun memberitahukannya kepadaku, alasan kami berpisah adalah karena teman temanya yg tak suka melihat hubungan kami dia merasa tertekan karena teman temannya berlaku sinis terhadapnya, teman temannya tak suka dengan hubungan kami karena ada seorang pria yg mendekati mantanku tersebut dia sudah lama mendekatinya tetapi tak kunjung juga mantanku menerima cintanya tetapi ia malah memilih aku. Dan pria tersebut adalah sahabat dari teman temanya tersebut. Aku tak tahu dari mana kabar hubungan kami terdengar oleh teman temannya, setelah mendengar semua penjelasannya hati ku pun luluh dan kembali takluk oleh nya.

Dan kami pun dekat kembali seperti saat itu. Aku mulai bingung dengan tingkahnya karena walaupun kami dekat kembali ia seperti menjaga jarak terhadapku. Dia berjani ingin memberitahukanku suatu hal, tetapi dia memintaku untuk menemuinya secara langsung, namun tak pernah ada waktu yg tepat untuk hal tersebut. Akhirnya dia memberitahu kepadaku bahwa sebenarnya dia telah menjalin hubungan dengan pria tersebut lantas aku pun seraya terkejut bukan main, aku merasa telah dibodohi olehnya. Aku pun kembali menjadi diriku yg berkepribadian dingin, dia terus meyakinkan aku bahwa walaupun dia dengannya tetapi hatinya bersamaku, aku pun enggan dengan hal tersebut, lama kelamaan ia pun sekali lagi berhasil memperdaya hatiku, aku pun tak tahu apakah ini benar atau salah, aku sudah tak tahu lagi harus bagaimana. Aku pernah menyuruhnya untuk memutuskan hubungannya dia hanya menjawab semua hanyalah masalah waktu dan aku menawarkan untuk membertitahu kepada pria itu apa yg sebenarnya terjadi dia pun menolak dan menyuruhku untuk sabar dan terus meyakinkanku agar terus bersama nya tetapi tak pernah menahanku untuk pergi dari kehidupannya.

Aku sadar bahwa wanita itu memiliki sifat tak ingin kehilangan sesuatu yg telah hadir dalam kehidupannya dan tidak bisa tegas dalam mengambil keputusan. Dia berkata kepadaku dia hanya tak ingin menyakiti kami berdua, tetapi secara tidak langsung dia menyakiti hati pria tersebut dan secara langsung dia menyakitiku. Aku teringat kejadian hari jum’at sekitar dua minggu yg lalu saat aku belum tahu bahwa dia telah menjalin hubungan dengan pria itu, pagi itu aku mengetahui perasaannya setelah dia menyarankanku melihat salah satu jejaring sosialnya, ternyata dia mencintaiku. Aku tak tahu harus berkata apa lagi dan perasaanku terhadapnya sangat tak menentu pada hari itu.


Sore setelah jam sekolah berakhir aku menghubunginya kembali, aku masih berada di sekolah tepatnya di kantin dan sesaat setelah itu dia pun berjalan sendiri lewat kantin aku pun tak mengetahui hal tersebut, dia pun menghampiriku, aku pun menyapanya dan menawarkan untuk mengantarkannya pulang tetapi ia menolak dengan alasan ingin naik taksi saja aku pun mengiyakan tetapi sesaat dia berjalan menjauhiku aku mengejarnya dan berusaha untuk mendapatkan kesempatan itu tetapi ia pun bersih keras dengan keinginannya tersebut.

Dan dia pun pulang, saat aku ingin meninggalkan parkiran sekolah dengan motorku aku melihat motor pria itu masih ada. Setelah malam hari aku melihat sedikit percekcokan di jejaring sosial dan aku baru menyadari kenapa ia tak mau pulang bersamaku.

Hari hari indah ku jalani bersama nya walaupun dia telah menjalani hubungan dengan pria itu, dia pun tak menghiraukannya, kami pun layaknya sepasang kekasih yg menjalin hubungan dan merajut tali cinta kasih setiap harinya aku pun tak tahu ini benar atau salah aku juga tak tahu jalan di depan sana akan seperti apa, dia membuatku selalu nyaman di dekatnya, aku juga merasa aman saat bersamanya kami tak pernah peduli ada orang yg tersakiti karena kami saling mencintai. #np Daniel Beddingfield – If You’re Not The One

Lama kelamaan aku pun mulai jera dengan semua ini semua yg ada di dalam benakku telah ku utarakan aku pun telah mengorbankan semuanya kepada dirinya, tetapi tak kunjung jua ia memilihku dan meninggalkan pria itu, tak ada perubahan sama sekali atas usaha ku selama ini. Aku terus menerus menceritakan hal ini kepada teman teman terdekatku dan meminta saran hal apa yg harus kulakukan agar semua masalah ini selesai.

Sebagian besar teman temanku mendukungku agar terus meneruskan hubungan ini tetapi ada juga yg tidak setuju dan menyarankanku untuk mengakhiri semuanya dan pergi jauh dari kehidupan dia. Aku terus mempertimbangkan semua hal, aku juga meminta saran dari dia namun ia pun sudah tak tahu lagi harus bagaimana, pernah suatu waktu aku memintanya berjanji bahwa aku akan menjalin hubungan lagi dengannya tetapi dia pun tak menanggapinya. Dia bilang tak bisa menjanjika apapun kepadaku dan ia pun tak pernah menahanku agar tak pergi dari kehidupannya.

Setiap kali aku bertanya tentang kejelasan hubungan ini dia selalu saja menghindar dan terlihat enggan menanggapinya. Dia seperti sudah jera dengan masalah ini dan membuatku agar tak menghiraukan ini lagi tetapi aku tak bisa, hubungan ini harus jelas. Lalu aku pun sadar dia tak mampu mengorbankan dirinya untuk ku, dia tak mau mengambil resiko atas perbuatannya, dia selalu lari dari masalah yg dihadapinya dan mencari jalan terbaik agar dirinya selamat dari semua ini dengan mengorbankan orang lain.

Karena temanku aku pun berfikiran negatif tentangnya, bisa saja dia berbohong selama ini padaku, yang mengetahui hati seseorang itu hanyalah tuhan dan dirinya. Dia tak pernah bertaruh di hidupnya untuk aku yg telah menaruhkan segalanya untuk dirinya. Aku tersadar menunggunya selama ini hanya mengorbankan waktuku, dia bukan lah seorang pengambil keputusan, akulah orang tersebut, aku yg harus memutuskan akhir dari hubungan ini. Lalu sekali lagi aku membulatkan tekadku, walaupun ini terasa sakit dan menusuk aku harus meninggalkannya agar ia sadar bahwa berapa pentingnya dia bagiku. #np Escape The Fate – Harder Than You Know


Hari hari ku jalani tanpa dirinya lagi tetapi semua kini terasa berbeda aku merasa bahwa ia telah mengambil separuh jiwaku, setiap saat dia selalu hadir di dalam pikiranku, dan setiap aku meninggalkannya dia selalu saja menjadi tidak nafsu makan dan kemudian menjadi sakit. Sesungguhnya aku pun tak tega melihatnya seperti itu, tetapi hati kecilku berkata sebaliknya, ini semua agar ia sadar apa arti cinta yg sesunggunhya. Aku selalu memeriksa kabarnya setiap hari, memastika keadaanya, aku hanya peduli terhadapnya.


Di dalam kesendirianku aku belajar banyak hal, jika kami memang berjodoh maka Tuhan akan mempertemukan kami kembali. Aku pun sadar aku tak bisa hidup tanpanya, tetapi inilah jalan yg terbaik untuk kami. Aku pun tak tahu mengapa hati ku menjadi lemah seperti ini, mungkin karena dia adalah wanita pertama yg telah mengecewakanku selama perjalanan cintaku ini. Aku pun teah memberikan segalanya bahkan semua kekuranganku, dia seperti bulan di malam hari, terlihat begitu dekat indah dan menenangkan hati tetapi terlalu jauh untuk di jangkau dengan tanganku.


Seringkali dia menghubungiku tetapi kali ini aku bersikap biasa saja aku sudah tak termakan lagi oleh rayuannya, aku sudah terlalu banyak menelan pil pahit yg ia berikan kepadaku. Kami pun seringkali mencoba untuk berteman layaknya teman biasa namun tak kunjung itu berhasil, memang semuanya harus berakhir karena semua luka tak bisa di hapus lagi dan tak akan pernah terobati, dan hal yg telah patah itu tak akan bisa di sambung lagi.

Walaupun kami berusaha menjalin itu dari awal nampaknya percuma karena dia masih bersama pria itu, dia pernah mengatakan kepadaku bahwa semua ini hanya masalah waktu namun sampai kapan semua ini akan berakhir? Aku pun tak bisa menjawab karena dia tak pernah memberikan kepastian padaku. Dia selalu menunggu waktu yg tepat untuk memutuskan pria itu dan tak pernah ada waktu yg tepat untuk mengatakannya, ya semua itu karena kita hidup di dunia ini memang penuh dengan masalah, jika salah satu sudah selesai pasti akan ada masalah yg lain untuk menggantikannya.

Jika aku lanjutkan semua nya pun akan terasa percuma karena ia terlalu ego untuk memilih. Dan terlalu buta untuk melihat dengan mata hatinya. #np Air Suply – Good Bye


Aku teringat suatu ketika aku pernah berdoa agar Tuhan tak membuatku suka terhadap lawan jenisku kecuali dialah jodohku, tetapi itu manusiawi. Mungkin kisah cinta ini adalah jawaban dari doa ku tersebut.

Aku mencintainya bahkan sangat tetapi tak bisa memilikinya. Jika suatu hari ia sudah putus dengan pria itu dan kami melanjutkan hubungan kami kembali itu juga tak jauh berbeda dengan kumpulan sampah yg berada di tepi laut, karena dia tak pernah mengerti apa arti cinta yg sesungguhnya di dalam kehidupan ini.


This never ending story Paid for with pride and fate We all fall short of glory Lost in our fate. No, I’m not saying I’m sorry One day maybe we’ll meet again. 30 Seconds To Mars – Closer To The Edge

Minggu, 04 Maret 2012

biografi green day

Green Day adalah band punk rock asal Amerika yang dibentuk pada tahun 1987 di Berkeley, California. Band ini terdiri dari trio Billie Joe Armstrong, Mike Dirnt, dan Tre Cool. Green Day sangat diakui karena keberhasilan mereka dalam membuat genre punk rock kembali terkenal, bersama-sama dengan Sublime, The Offspring, dan Rancid.[1][2][3]

Pada tahun 1990, bersama dengan drummer pertama mereka, John Kiffmeyer, Green Day merekam album pertama mereka, 39/Smooth. Namun pada tahun yang sama, Tre Cool menggantikan menggantikan posisi drummer John Kiffmeyer yang keluar karena ingin melanjutkan kuliah. Tré Cool kemudian mulai berkontribusi pada album kedua Green Day, Kerplunk, dan telah menjadi anggota tetap sejak itu. Album terobosan Green Day, Dookie, yang dirilis pada tahun 1994, berhasil mendapatkan status diamond dari RIAA dan membawa Green Day ke puncak karir mereka. Namun, bertolakbelakang dengan Dookie, tiga album Green Day berikutnya, berturut-turut Insomniac, Nimrod, dan Warning, gagal mendapatkan sukses seperti Dookie. Meski Insomniac dan Nimrod berhasil mendapatkan status platinum dan Warning mendapatkan status emas, ketiga album tersebut justru memperlihatkan popularitas mereka yang secara keseluruhan menurun drastis.[4] Adalah album rock opera mereka pada tahun 2004, American Idiot, yang mengembalikan popularitas mereka, terutama dengan penggemar dari generasi yang lebih muda. American Idiot terjual lebih dari 5 juta copy di Amerika Serikat sendiri.[4] Album kedelapan mereka, 21st Century Breakdown, dirilis pada 2009.

Green Day telah menjual lebih dari 65 juta copy album mereka di seluruh dunia dengan 24,639 juta di AA sendiri.[5] Green Day telah memenangkan 5 penghargaan Grammy Awards: Best Alternative Album untuk Dookie, Best Rock Album untuk American Idiot, Record of the Year untuk "Boulevard of Broken Dreams", Best Rock Album untuk kedua kalinya untuk 21st Century Breakdown dan Best Musical Show Album untuk American Idiot: The Original Broadway Cast Recording.





SEJARAH

Formasi dan era Lookout! (1987–1993)

Pada tahun 1987, sahabat Billie Joe Armstrong dan Mike Dirnt yang berusia 15 tahun membentuk band bernama Sweet Children. Mereka pertama kali tampil pada 17 Oktober 1987 di Rod's Hickory Pit di Vallejo, California dimana ibu Armstrong bekerja.[6] Pada awal 1988, Armstrong dan Dirnt mulai bekerja dengan Sean Hughes dan mantan drummer Isocracy, John Kiffmeyer, atau juga dikenal sebagai Al Sobrante. Sean Hughes bertindak sebagai bassist dan Kiffmeyer bertindak sebagai drummer sekaligus manajer bisnis mereka, menangani jadwal penampilan dan membantu mereka mendirikan basis pengemar. Seperti dikutip film Punk's Not Dead, Armstrong menyebutkan band Operation Ivy (yang beranggotakan Tim Armstrong dan Matt Freeman dari Rancid) sebagai pengaruh besar bagi mereka dan menginspirasi mereka untuk membentuk band.

Setelah Hughes meninggalkan Sweet Children pada 1988, Larry Livermore, pemilik Lookout! Records, melihat mereka tampil dan memutuskan mengontrak mereka ke labelnya. Pada 1989, mereka merekam mini album pertama mereka, 1,000 Hours. Sebelum merilis 1,000 Hours, mereka memutuskan untuk berhenti menggunakan nama Sweet Children. Berdasarkan Livermore, hal ini untuk menghindari kerancuan dengan band lokal lain bernama Sweet Baby.[7] Mereka pun memutuskan menggunakan nama Green Day.[8]

Lookout! kemudian merilis album studio perdana Green Day, 39/Smooth, pada awal tahun 1990. Green Day juga merekam 2 mini album pada tahun yang sama, Slappy dan Sweet Children. Pada tahun 1991, Lookout! Records merilis album kompilasi berjudul 1,039/Smoothed Out Slappy Hours yang menggabungkan lagu-lagu dari album 39/Smooth beserta mini album Slappy dan 1,000 Hours. Pada akhir 1990, Segera setelah tour nasional pertama mereka, Sobrante meninggalkan area East Bay untuk kuliah. Drummer The Lookouts, Tre Cool, mulai mengisi sebagai pengganti sementara. Ketika Sobrante memutuskan untuk keluar dari band, posisi Cool sebagai drummer Green Day menjadai permanen. Mereka melakukan tour hampir sepanjang tahun 1992 dan 1993. Mereka bahkan pernah tampil di Eropa. Album kedua Green Day, Kerplunk, yang dirilis pada tahun 1992 berhasil menuai sukses dengan menjual 50.000 copy di Amerika Serikat.[9]

Sukses Dookie (1994–1996)

Kesuksesan terselubung Kerplunk mengarah kepada banyaknya major label yang tertarik untuk mengontrak Green Day. Mereka kemudian meninggalkan Lookout! dan menandatangani kontrak dengan Reprise Records setelah menarik perhatian produser Rob Cavallo. Mereka terkesan dengan hasil kerjanya dengan The Muffs, hingga mereka kemudian menyatakan bahwa Cavallo “adalah satu-satunya orang yang dapat kami ajak bicara dan berhubungan dalam musik”.[10] Adanya kontrak dengan Reprise menyebabkan banyak penggemar punk rock menganggap Green Day melakukan sellout.[11] Mengenai cobaan mereka pada periode tersebut, Armstrong berbicara kepada majalah Spin pada 1999,
“ I couldn't go back to the punk scene, whether we were the biggest success in the world or the biggest failure … The only thing I could do was get on my bike and go forward. [12] ”

Pasca kontrak dengan Reprise, mereka mulai bekerja dengan album mayor perdana mereka, Dookie. Direkam dalam kurun 3 minggu dan dirilis pada Februari 1994,[13] Dookie menuai sukses komersial, terbantu oleh pemutaran MTV yang sangat sering untuk lagu "Longview", "Basket Case", dan "When I Come Around", dimana semua lagu tersebut mencapai posisi 1 di chart Modern Rock Tracks. Pada tahun yang sama, Green Day melakukan tour nasional dengan band queercore Pansy Division sebagai aksi pembuka. Pada penampilan 9 September 1994 di Hatch Memorial Shell di Boston, terjadi kerusuhan saat set mereka (dipotong emnjadi 7 lagu) dan ketika kerusuhan tersebut berakhir, 100 orang terluka dan 45 orang ditahan.[14] Green Day juga mengikuti festival Lollapalooza dan Woodstock '94, dimana mereka memulai perang lumpur. Pada salah satu konser, seorang petugas keamanan salah mengira bassisi Mike Dirnt sebagai penggemar yang menaiki panggung dan memukulnya di bagian mulut.[15] Dilihat oleh jutaan pemirsa TV, penampilan Woodstock 1994 semakin mengangkat publisitas Green Day[10] dan membantu mendorong penjualan album mereka ke status diamond. Pada tahun 1995, Dookie memenangkan Grammy Award untuk Best Alternative Album. Mereka juga mendapatkan nominasi atas 9 MTV Video Music Awards termasuk Video of the Year.[16]

Pada 1995, singel baru untuk soundtrack film Angus berjudul "J.A.R." dirilis. Singel tersebut berhasil menduduki posisi 1 di chart Billboard Modern Rock Tracks. Lagu tersebut kemudian diikuti oleh album studio keempat mereka, Insomniac, yang dirilis pada musim gugur 1995. Album tersebut awalnya mendapat respon hangat, mendapatkan 4 dari 5 bintang dari Rolling Stone yang mengulas “In punk, the good stuff actually unfolds and gains meaning as you listen without sacrificing any of its electric, haywire immediacy. And Green Day are as good as this stuff gets.”[17] Singel yang dirilis dari Insomniac adalah "Geek Stink Breath", "Stuck with Me", "Brain Stew/Jaded", dan "Walking Contradiction". Walaupun album tersebut tidak menuai sukses sebesar Dookie, Insomniac terjual sebanyak 2 juta copy di Amerika Serikat.[18] Sebagai tambahan, album tersebut membawa Green Day memenangkan nominasi penghargaan untuk "Favorite Artist", "Favorite Hard Rock Artist", dan "Favorite Alternative Artist" pada American Music Awards tahun 1996. Video musik untuk "Walking Contradiction" mendapatkan nominasi Grammy untuk "Best Video, Short Form", dengan tambahan untuk nominasi "Best Special Effects" di MTV Video Music Awards.[19] Pada 1996, Green Day secara mendadak membatalkan tour Eropa mereka atas alasan kelelahan.[20]

Pertengahan karir dan penurunan popularitas (1997–2002)

Setelah masa istirahat pada 1996, Green Day mulai bekerja untuk album baru mereka pada 1997. Dari segi outset, baik Green Day maupun Cavallo setuju untuk membuat album yang berbeda dari album sebelumnya.[21] Hasilnya adalah Nimrod, sebuah album eksperimental dengan deviasi dari ciri khas punk-rock mereka. Album tersebut dirilis pada Oktober 1997. Terdapat variasi materi dalam album ini, antara lain [pop punk], surf rock, ska, hingga ballad akustik. Nimrod hanya dapat memasuki posisi 10 di chart. Sukses dari "Good Riddance" membawa Green Day memenangkan MTV Video Award untuk kategori Best Alternative Video.[22] Singel lain yang dirilis dari Nimrod adalah "Nice Guys Finish Last", "Hitchin' a Ride" dan "Redundant". Green Day melakukan tour promo Nimrod mulai dari akhir 1997 hingga sepanjang 1998.

Pada tahun 2000, Green Day merilis album keenam mereka, Warning, dengan gaya yang bahkan semakin menjauhi sesuatu yang ada dalam Nimrod. Untuk promo album tersebut, Green Day berpartisipasi di Warped Tour tahun 2000. Mereka juga melakukan tour indepnden pada tahun 2001. Sementara itu, penilaian yang diterima Warning cukup beragam.[23] Walaupun berhasil menghasilkan hits "Minority" dan "Warning", beberapa pengamat berani menarik kesimpulan bahwa Green Day terlah kehi;angan relevansi,[23] dan akibatnya adalah penurunan popularitas yang drastis. Sementara semua album Green Day sebelumnya setidaknya mendapatkan platinum, Warning hanya mendapat sertifikasi emas. Meski begitu, pada California Music Awards tahun 2001, Green Day memenangkan keseluruhan delapan penghargaan yang dinominasikan untuk mereka. Green Day memenangkan penghargaan untuk kategori Outstanding Album (Warning), Outstanding Punk Rock/Ska Album (Warning), Outstanding Group, Outstanding Male Vocalist, Outstanding Bassist, Outstanding Drummer, Outstanding Songwriter, dan Outstanding Artist.[24]

Green Day merilis dua album kompilasi secara berturut-turut, yaitu International Superhits! pada 2001 dan Shenanigans pada 2002. International Superhits dan International Supervideos!, yang dikemas sebagai satu paket, berhasil mendapat sertifikasi platinum di Amerika Serikat United States. Sementara itu, Shenanigans mengikutsertakan beberapa lagu b-side mereka, termasuk lagu "Espionage" yang menjadi salah satu soundtrack film Austin Powers: The Spy Who Shagged Me dan menjadi nominasi Grammy Award untuk Best Rock Instrumental Performance. Pada musim semi 2002, Green Day mengikuti Pop Disaster Tour bersama Blink-182 yang saat itu meraih sukses lebih besar. Tour tersebut didokumentasikan dalam DVD Riding in Vans with Boys.

American Idiot dan sukses kembali (2003–2006)

Pada musim panas 2003, Green Day kembali ke studio utnuk menulis dan merekam materi untuk album baru yang memiliki judul sementara Cigarettes and Valentines.[25] Setelah menyelesaikan 20 lagu, master rekaman mereka dicuri dari studion oleh oknum tidak dikenal. Daripada merekam ulang lagu-lagu yang dicuri, Green Day justru memutuskan untuk membatalkan album tersebut dan memulai ulang, dengan pertimbangan bahwa materi tersebut tidak cukup mewakilkan karya terbaik mereka.[26]

Sementara itu Green Day sembapt berkolaborasi dengan Iggy Pop dalam dua lagu untuk albumnya, Skull Ring, pada November 2003. Pada 1 Februari 2004, lagu cover dari "I Fought the Law" dirilis sebagai singel dan memulai debut komersial untuk iTunes selama NFL Super Bowl XXXVIII.

Pada September 2004, Green Day merilis album ketujuh mereka, American Idiot, yang langsung berhasil menduduki posisi satu di chart Billboard, dibantu oleh sukses dari singel pertama album, "American Idiot". Album ini merupakan album konsep berkomposisi punk rock opera" dengan kisah tokoh fiksi "Jesus of Suburbia".[27] American Idiot memenangkan Grammy Awards tahun 2005 untuk kategori Best Rock Album dan juga nyaris menyapu bersih MTV Music Awards tahun 2005 dengan memenangkan tujuh dari delapan penghargaan yang dinominasikan untuk mereka, termasuk Viewer's Choice Award.[28]

Selama tahun 2005, mereka melakukan tour untuk promo album dengan nyaris 150 penampilan mayor di Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Australia, dan Amerika Selatan. Selama tour untuk American Idiot, mereka merekam 2 konser mereka di Milton Keynes National Bowl di Inggris, yang dipilih sebagai The Best Show On Earth di polling majalah Kerrang!. Rekaman penampilan tersebut dirilis sebagai album live berjudul Bullet in a Bible pada 15 November 2005. Di dalam DVD tersebut juga terdapat behind-the-scenes footage mereka di Milton Keynes dan menunjukkan bagaimana merka bersiap untuk penampilan tersebut. Tour dunia mereka pada 2005 berakhir di Melbourne, Australia pada 17 Desember. Pada 10 Januari 2006, Green Day dianugerahi People's Choice Award untuk kategori Favorite Group.

Pada 1 Agustus 2005, Green Day mengumumkan bahwa mereka telah menghentikan hak legal master materi album pra-Dookie dari pihak Lookout! Records menyangkut royalti yang tidak dibayarkan.[29] Materi album pra-Dookie, yang tidak lagi diproduksi selama satu tahun, kembali diproduksi oleh pihak label Green Day saat ini, Reprise Records, pada 9 Januari 2007.[30]


21st Century Breakdown dan American Idiot: Musical (2007–2010)

Green Day sempat melakukan beberapa proyek kecil lain setelah kesuksesan American Idiot. Mereka merilis album dibawah nama band Foxboro Hot Tubs berjudul Stop Drop and Roll!!!. Pada 2008, Foxboro Hot Tubs melakukan tour kecil untuk promo album di daerah Tiny Bay Area.[31]

Dalam sebuah wawancara dengan Carson Daly, vokalis Garbage Shirley Manson mengungkapkan bahwa Butch Vig akan menjadi produser album baru Green Day.[32] Rentang 5 tahun antara American Idiot dan 21st Century Breakdown adalah yang terlama sepanjang karir Green Day. Mereka mulai mengerjakan materi baru sejak Januari 2006. Pada Oktober 2007, Armstrong telah menulis 45 lagu, namun mereka tidak menunjukkan tanda-tanda pengerjaan lebih jauh hingga Oktober 2008, ketika dua video yang menampilakn mereka sedang melakukan rekaman dengan produser Butch Vig diunggah ke YouTube.[33] Proses rekaman selama tiga tahun di empat studio rekaman akhirnya selesai pada bulan April 2009.[34]

21st Century Breakdown dirilis pada 15 Mei 2009[35] dengan menerima resepsi positif secara umum, mendapatkan rata-rata 3 hingga 4 bintang.[36][37] Pasca rilis, album tersebut menduduki posisi pertama di 14 negara dengan sertifikasi emas maupun platinum di masing-masing negara tersebut. 21st Century Breakdown melakukan performa chart terbaik Green Day hingga saat ini. Mereka mulai tampil di California pada April dan awal Mei. Penampilan tersebut menjadi penampilan pertama mereka dalam tiga tahun. Green Day kemudian melakukan tour dunia yang dimulai di Amerika Utara pada Juli 2009 dan berlanjut ke seluruh dunia selama sisa 2009 dan awal 2010.[38]

Wal-Mart menolak untuk menjual album dengan label Parental Advisory dan meminta Green Day untuk merilis censored edition. Para anggota Green Day tidak mau untuk mengubah lirik apapun dari album tersebut dan merespon dengan mengatakan, “Tidak ada yang kotor dengan album kami […] Mereka menginginkan artis untuk menyensor album mereka hanya agar bisa dijual disana. Kami bilang tidak. Kami tidak pernah melakukan hal itu sebelumnya. Kau pikir ini tahun 1953 atau apa.”[39][40]

Pada tahun 2009, mereka menemui dengan sutradara Michael Mayer dan beberapa pemeran dan kru acara musikal Spring Awakening untuk membuat versi panggung dari album American Idiot. American Idiot: The Musical dibuka di Berkeley Repertory Theatre pada akhir tahun 2009. Pertunjukan tersebut menceritakan kisah yang telah dikembangkan dari versi asli album, dengan karakter baru seperti Will, Extraordinary Girl, dan Favorite Son.

Pada 20 April 2010, American Idiot: The Musical dibuka di Broadway dan Green Day merilis album soundtrack dengan lagu tambahan baru berjudul "When It's Time". Singel "When It's Time" baru dijual oleh UK iTunes Store pada Juni 2010.[41]

Pada acara Spike TV Video Game Awards 2009, diumumkan bahwa Green Day direncanakan untuk memiliki video-game Rock Band versi mereka sendiri, Green Day: Rock Band, sebagai rilis lanjutan dari seri band spesifik sebelumnya, The Beatles: Rock Band. Permainan tersebut dirilis pada 8 Juni 2010. Permainan tersebut menggunakan seluruh lagu dari album Dookie, American Idiot, dan 21st Century Breakdown ditambah beberapa lagu pilihan dari diskografi Grren Day yang lain.


Album kesembilan (2011–present)

Pada leg kedua 21st Century Breakdown World Tour, Green Day mengatakan bahwa mereka sedang dalam proses menulis materi baru.[42] Dalam wawancara dengan majalah Kerrang!, Armstrong berkata tentang kemungkinan album baru: “Kami membuat beberapa demo di Berlin, di Stockholm, beberapa lagi di dekat Glasgow, dan juga di Amsterdam. Kami ingin mengetahui [lagu-lagu tersebut] dalam bentuk awalnya.”[43] Pada 24 Agustus 2010, mereka menulis di akun Twitter mereka bahwa ada kemungkinan sebuah album live baru akan dirilis, dengan menyatakan: “Kami telah merekam penampilan live kami sejak awal tour. Kemungkinan album live menyusul. Banyak sekali! Dan kami di texas!”[44] Pada 28 Agustus, merekamenyebutkan album live lagi di tengah penampilan mereka di Denver, Colorado. Armstrong berseru kepada para penonton mereka, “Hey, aku ingin memberitahu kalian sesuat sekarang. Kami sedang merekam live f***ing album saat ini”, sebelum memainkan lagu "Cigarettes and Valentines".[45] Mereka juga mengatakan bahwa mereka sedang merekam album live pada tour terakhir mereka di Mountain View, California, juga sebelum memainkan lagu "Cigarettes and Valentines".

Pada Oktober 2010, Dirnt, dalam wawancara dengan Radio W, menyebutkan bahwa mereka telah menyelesaikan proses menulis lagu untuk album esembilan mereka dengan menyatakan, “We are always working on songs, when it's time and when the music is right we will put it out. I like to think that we have enough material right now to put out a great record, but we want to go back home and make sure that it's perfect for everybody before we put it out.” Dalam wawancara tersebut, Dirnt juga menyebutkan bahwa album leve baru mereka "sepertinya akan" dirilis dengan film live.[46] Tidak lama berselang, terdapat siaran Ustream live dengan anggota band, dimana mereka mengumumkan bahwa mereka telah menulis 30 lagu untuk album kesembilan dan bahwa mereka telah merekam setiap pertunjukan (audio dan video) untuk rencana album live.[47] Album live berjudul Awesome as Fuck dirilis pada 22 Maret 2011.[48]

Pada 13 April 2011, versi film dari American Idiot telah ditetapkan.[49] Michael Mayer, sutradara dari American Idiot: Broadway Musical, akan menjadi sutradara film tersebut. Film tersebut juga akan diproduseri oleh Green Day, Pat Magnarella (manajer Green Day, juga produser Bullet in a Bible, Awesome as Fuck, dan Heart Like a Hand Grenade), Tom Hanks, Gary Goetzman, dan Tom Hulce.

Jumat, 02 Maret 2012

My Accident

Kejadian hari ini :
12 Maret 2011
langsung aja ke ceritanya
alkisah gue udah ada di depan lampu merah matraman, gue tau lampu masih merah,awalnya gue berhenti dulu, trus gue liat orang2 pada nyrobot lampu merah gitu, akhirnya gue ikutin kan tuh, pertama2 masih lancar nih,eh gatau kenapa gue liat jalan yang dari senen ada motor deket menuju ke arah gue gitu,
kejadian pun berlangsung,gue gatau siapa yang nabrak jelasnya, yg gue tau tiba2 pas gue membuka mata gue, ada 2 orang yg jatoh selain gue, helm gue pun udah mental jauh, nah orang yg pertama jatoh ga bangun2, orng yg kedua bangun trus lari gitu deh, gue cuma inget dia pake motor blade, nah ceritanya gue juga mau ikutan tapi motor gue udah gabisa nerusin, alhasil gue di tangkep dah ama warga udah kaya maling,adalah yg nafsu mau mukul gue,tapi dicegah,akhirnya gue dibawa ke kantor polisi deket matraman.
trus gue ditanya2 gitu deh kronologi kejadiannya, sekalian ngobatin luka gue,sekalian juga ngehubungin keluarga gue.gue sempet kaget pas dibilang lawan tabrak gue ga sadarin diri. agak lama kemudian, gue dibawa ke lapangn banteng sama mobil derek yg derek mtor gue juga,udah sampe sana gue juga di tanyain yg kaya tadi,ga lama kemudian nanda sama anand dtng trus kita ngobrol2 sama polisi,sekiar agak sorean nyokap dteng sama abang gue,yaa terus gitulah biasa,trus juga ada dari pihak lawan namanya om benny (43),pertama gue sempet kesel tuh sama dia,abisan gue diceramahin parah banget sama dia, tapi lama kelamaan gue sadar dia itu orangnya baik cuma tegas doang, dari dia gue juga dapet motivasi dan pelajaran berharga buat hari ini,tapi gue ga tahan sama pas dia bilang lawan tabrak gue masih koma trus geger otak dan pendarahan di otaknya,nangis gue dengernya.abis itu semua masalah di selesain, akhirnya gue pulang,yang bawa mtor gue abang gue.
mudah2an aja orang itu cepet sembuh dan gue bisa ngambil hikmahnya .....
Amiin ...

Perasaan yg begitu mendalam

Hujan di malam ini selalu membuatku terbayang oleh senyum manismu, jikalau saja ada pelangi di malam hari, itu seperti diriku yang selalu mengharapkan kehadiranmu di sampingku.

Semua yang telah kita lewati selalu berbekas di dalam memori otak ini. Setiap bersamamu hidupku terasa lebih bergairah, semangatpun tumbuh berkobar layaknya nelayan di tengah tengah lautan ikan.

Tetapi saat aku sendiri, aku selalu memikirkanmu. Selalu nampak wajah sang bidadari itu, tak henti henti diri ini selalu berfikir tentangmu. Saat tanpamu hidupku terasa hilang arah jalanku pun seperti malam tanpa bintang. Setiap sudut terlalu gelap untuk ku pandangi, seperti sudah tak ada cahaya pengharapan lagi untuk melanjutkan hidup ini.

Kondisi hati pun tak menentu, terkadang risau tanpa arah, terkadang sampai gelap pun tak ada pengharapan sama sekali.

Saat berada di dekatmu, aku pun hanya terdiam membisu. Seakan akan mulutku terkunci rapat, hati seperti tengah menetralkan racun cintamu tetapi tak bisa dan jantungku berdetak amat keraslebih nyaring dari auman guntur yg tengah menyambar.

Padahal aku sangat ingin berbicara denganmu, membuatmu tertawa, dan membagi pengalaman hidupku. Tapi aku tak yakin bisa.

Inilah yg selama ini aku rasakan, entah kenapa aku pun tak tahu, sepertinya dirimu selalu membuat harapan palsu, dan aku pun selalu berharap lebih, padahal aku tahu aku tak akan bisa meraihnya.

Aku tak tahu harus seperti apa jalan di depan sana. Pada dasar nya aku ingin bersamamu, menemani hari hari mu, berada di sampingmu saat suka ataupun duka, menghapus air matamu, memelukmu saat kau sendiri di tengah kesepian malam, dan berusaha membuatmu selalu tersenyum walau dunia ini kelam.

Tapi aku pun tak begitu yakin dunia mu akan seindah itu bila denganku, aku terlalu jahat untukmu, aku sangat hina, dan aku pun tak sanggup melihat masa laluku yg begitu kelam.

Tetapi aku pun yakin, karena rasa yang ada di dalam dada tampaknya sudah jatuh sampai ke permukaan hati ini.

Entah apa yg aku rasakan sekarang tetapi aku amat sangat mengharapkanmu, mungkinkah ini hanya sekedar suka atau sayang atau bisa juga cinta. Aku pun tak pernah mengerti dengan apa yg aku rasakan. Aku harap engkau bisa mengerti perasaanku ini..........