Rabu, 18 Desember 2013

KELELAHAN DI TEMPAT KERJA

Kelelahan adalah pembunuh yang tidak kelihatan/terselubung.
Mengacu pada penelitian tentang tidur, tingkat kerja lebih dipengaruhi oleh kualitas tidur dibandingkan pengaruh konsumsi alcohol. Untuk menghindari kelelahan adalah mudah dengan mendapatkan tidur yang cukup. 

Berikut adalah satu dari banyak gejala yang bisa anda dapatkan ketika anda terserang kelelahan:
• Kecapaian dan merasakan pekerjaan tidak pernah selesai
• Merasa berputar/pusing ketika anda bangun pagi dan menjadi tidak productive setengah harian.
• Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pulih setelah berkerja
• Kekurangan tenaga yang berlangsung secara berkala
• Merasa tidak sehat
• Merasa bingung
• Tidak dapat berkonsentrasi dengan baik

Beberapa efek dari kelelahan dalam berkerja termasuk:
• Semakin lama menyelesaikan suatu pekerjaan berbeda dari yang biasanya
• Membuat kesalahan atau terlambat mendiaknosa suatu masalah
• Anda terluka karena anda terburu-buru menyelesaikan pekerjaan
• Anda terluka akibat kerusakan alat karena anda lupa mengganti bagian dari mesin yang harusnya 
   Diganti.
• Anda gagal menilai bahaya atau situasi bahaya.

Ada 5 langkah yang dapat anda tempuh, selagi anda sedang berkerja, untuk meminimalkan kelelahan.  Antara lain:
• Berpikir pekerjaan anda dan rencanakan pada hari,minggu dan bulan.
• Gunakan penanganan yang manual dan tehnik yang ekonomis
• Buatlah prioritas pekerjaan anda dan permudah rencana cara kerja anda
• Gunakan alat bantu perkerjaan, seperti alat angkat untuk menghemat energy.

Pahami bahwa hanya anda yang dapat memutuskan gaya hidup anda dan kelelahan dapat menjadi depresi, kemarahan dan kehilangan fisik dan kemampuan mental dan kekurangan motivasi.  Hanya diri anda sendiri yang dapat mengatasi kelelahan.






















Kronologi Wafatnya Mita Diran, Gadis yang Kerja Non Stop 30 Jam

Liputan6.com, Jakarta : Mita Diran (27 tahun), gadis cantik yang bekerja pada bidang periklanan di salah satu agency ternama di Indonesia, Y&R (Young & Rubicam) meninggal dunia dikarenakan kerja terlalu ekstra. Lantas, bagaimana kronologis sebenarnya
Salah seorang sahabat dekat ayahanda Mita Diran, Handoko Hendroyono menuturkan bahwa sebelum akhirnya Mita menghadap Tuhan Yang Maha Esa untuk selama-lamanya, gadis cantik itu sempat pulang ke rumah dan berpamitan untuk bertemu salah seorang kerabatnya.
"Setelah 3 hari berturut-turut kerja, Mita sempat pulang ke rumah. Tapi, cuma mandi dan dia pergi lagi karena harus ketemu temannya dari Singapura," kata Handoko selaku Ketua Bidang Branding dan Advertising dari P3I, saat diwawancarai Health Liputan6.com, Senin (16/12/2013)
Ditambahkan Handoko, semua musibah itu terjadi pada saat Mita pamit untuk bertemu temannya itu. Sebab, belum ada beberapa jam Mita keluar rumah, orang rumah mendapatkan kabar Mita pingsan, dan segera dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).
"Setelah Mita pingsan, dibawa ke RSPP, dan koma. Tidak sampai 24 jam, Mita meninggal dunia," kata Handoko lagi.
Menurut Handoko, kejadian ini sendiri terjadi pada Sabtu (14/12/2013) dan Mita meninggal dunia pada Minggu (15/12/2013)
"Yang disesalkan ini, karena Mita tidak punya waktu untuk dirinya sendiri," kata Handoko menambahkan.
Dilanjutkan oleh pria yang sehari-hari menghabiskan waktunya di OneComm Indonesia ini bahwa Mita memiliki riwayat kesehatan, di mana dia sempat menjalani operasi kista pada tahun 2012.
Di mata keluarga, tambah Handoko, Mita merupakan sosok anak yang multitalented. Bukti bahwa Mita adalah anak yang berbakat, terlihat jelas dari beberapa penghargaan yang dia dapatkan selama ini.
Menurut Handoko kedua orangtua Mita hanya heran dan kecewa, tapi tidak dapat protes apa-apa. Karena memang, orangtua Mita pun berasal dari satu profesi yang sama, yaitu periklanan.
Kabar meninggalnya Mita sempat menghebohkan ranah jejaring sosial, Twitter kemarin malam. Sampai hari ini, ucapan berbela sungakawa terus mengalir deras ke akun pribadi Mita (@Mitdoq)
Di Twitter, disebutkan juga oleh teman-temannya bahwa selama bekerja ekstra itu, gadis cantik berambut pendek ini mengonsumsi minuman berenergi dan memiliki kafein tinggi.
(Adt/Igw)

















Kerja Lembur dan Resiko Penyakit Jantung


Apa hubungan antara kerja lembur dan penyakit jantung ?


5000 orang dari Denmark yang terdiri dari para lelaki yang berumur 40 hingga 59 tahun dan bekerja di 14 perusahaan yang berbeda, mengikuti serangkaian tes selama 30 tahun, untuk keperluan riset yang diadakan oleh Andreas Holtermann, dari the National Research Centre for the Working Environment in Copenhagen. Selama 30 tahun tersebut, sebanyak 587 orang (12 % dari total peserta tes) meninggal akibat penyakit jantung.

Berkut ini adalah hasil yang lebih rinci dari riset tersebut:

·         Mereka yang bekerja kurang dari 40 jam per minggu memiliki resiko meninggal karena penyakit jantung lebih kecil dibanding peserta tes dengan tingkat kesehatan yang rendah yang bekerja selama 41 sampai 45 jam seminggu.
·         Peserta tes dengan tingkat kesehatan yang tinggi dan bekerja 45 jam atau lebih per minggu memiliki potensi 45% meninggal akibat penyakit jantung dan 38% meniggal disebabkan hal lain.
Semoga kita bisa bijak dalam bekerja lembur dan tetap konsisten menjaga kesehatan tubuh.
Semoga Bermanfaat.                                               

Sekian dan Selamat Bekerja


Tidak ada komentar:

Posting Komentar