Kelelahan adalah pembunuh yang
tidak kelihatan/terselubung.
Mengacu pada penelitian tentang
tidur, tingkat kerja lebih dipengaruhi oleh kualitas tidur dibandingkan
pengaruh konsumsi alcohol. Untuk menghindari kelelahan adalah mudah dengan mendapatkan
tidur yang cukup.
Berikut adalah satu dari banyak gejala yang bisa anda dapatkan ketika anda
terserang kelelahan:
• Kecapaian dan merasakan pekerjaan tidak pernah selesai
• Merasa berputar/pusing ketika anda bangun pagi dan menjadi tidak productive
setengah harian.
• Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pulih setelah berkerja
• Kekurangan tenaga yang berlangsung secara berkala
• Merasa tidak sehat
• Merasa bingung
• Tidak dapat berkonsentrasi dengan baik
Beberapa efek dari kelelahan dalam berkerja termasuk:
• Semakin lama menyelesaikan suatu pekerjaan berbeda dari yang biasanya
• Membuat kesalahan atau terlambat mendiaknosa suatu masalah
• Anda terluka karena anda terburu-buru menyelesaikan pekerjaan
• Anda terluka akibat kerusakan alat karena anda lupa mengganti bagian dari
mesin yang harusnya
Diganti.
• Anda gagal menilai bahaya atau
situasi bahaya.
Ada 5 langkah yang dapat anda
tempuh, selagi anda sedang berkerja, untuk meminimalkan kelelahan. Antara
lain:
• Berpikir pekerjaan anda dan
rencanakan pada hari,minggu dan bulan.
• Gunakan penanganan yang manual
dan tehnik yang ekonomis
• Buatlah prioritas pekerjaan
anda dan permudah rencana cara kerja anda
• Gunakan alat bantu perkerjaan,
seperti alat angkat untuk menghemat energy.
Pahami bahwa hanya anda yang
dapat memutuskan gaya hidup anda dan kelelahan dapat menjadi depresi, kemarahan
dan kehilangan fisik dan kemampuan mental dan kekurangan motivasi. Hanya
diri anda sendiri yang dapat mengatasi kelelahan.
Kronologi Wafatnya Mita Diran,
Gadis yang Kerja Non Stop 30 Jam
Liputan6.com, Jakarta : Mita Diran (27 tahun), gadis cantik yang bekerja pada
bidang periklanan di salah satu agency ternama di Indonesia, Y&R (Young
& Rubicam) meninggal dunia dikarenakan kerja terlalu ekstra. Lantas,
bagaimana kronologis sebenarnya
Salah seorang sahabat dekat ayahanda Mita Diran, Handoko
Hendroyono menuturkan bahwa sebelum akhirnya Mita menghadap Tuhan Yang Maha Esa
untuk selama-lamanya, gadis cantik itu sempat pulang ke rumah dan berpamitan
untuk bertemu salah seorang kerabatnya.
"Setelah 3 hari berturut-turut kerja, Mita sempat
pulang ke rumah. Tapi, cuma mandi dan dia pergi lagi karena harus ketemu
temannya dari Singapura," kata Handoko selaku Ketua Bidang Branding dan
Advertising dari P3I, saat diwawancarai Health
Liputan6.com, Senin
(16/12/2013)
Ditambahkan Handoko, semua musibah itu terjadi pada saat
Mita pamit untuk bertemu temannya itu. Sebab, belum ada beberapa jam Mita
keluar rumah, orang rumah mendapatkan kabar Mita pingsan, dan segera dibawa ke
Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).
"Setelah Mita pingsan, dibawa ke RSPP, dan koma. Tidak
sampai 24 jam, Mita meninggal dunia," kata Handoko lagi.
Menurut Handoko, kejadian ini sendiri terjadi pada Sabtu
(14/12/2013) dan Mita meninggal dunia pada Minggu (15/12/2013)
"Yang disesalkan ini, karena Mita tidak punya waktu
untuk dirinya sendiri," kata Handoko menambahkan.
Dilanjutkan oleh pria yang sehari-hari menghabiskan waktunya
di OneComm Indonesia ini bahwa Mita memiliki riwayat kesehatan, di mana dia
sempat menjalani operasi kista pada tahun 2012.
Di mata keluarga, tambah Handoko, Mita merupakan sosok anak
yang multitalented. Bukti bahwa Mita adalah anak yang
berbakat, terlihat jelas dari beberapa penghargaan yang dia dapatkan selama
ini.
Menurut Handoko kedua orangtua Mita hanya heran dan kecewa,
tapi tidak dapat protes apa-apa. Karena memang, orangtua Mita pun berasal dari
satu profesi yang sama, yaitu periklanan.
Kabar meninggalnya Mita sempat menghebohkan ranah jejaring
sosial, Twitter kemarin malam. Sampai hari ini, ucapan berbela sungakawa terus
mengalir deras ke akun pribadi Mita (@Mitdoq)
Di Twitter, disebutkan juga oleh teman-temannya bahwa selama
bekerja ekstra itu, gadis cantik berambut pendek ini mengonsumsi minuman berenergi
dan memiliki kafein tinggi.
(Adt/Igw)
Kerja Lembur dan Resiko Penyakit Jantung
Apa hubungan antara kerja lembur dan penyakit jantung ?
5000 orang dari Denmark yang
terdiri dari para lelaki yang berumur 40 hingga 59 tahun dan bekerja di 14
perusahaan yang berbeda, mengikuti serangkaian tes selama 30 tahun, untuk
keperluan riset yang diadakan oleh Andreas Holtermann, dari the National
Research Centre for the Working Environment in Copenhagen. Selama 30 tahun
tersebut, sebanyak 587 orang (12 % dari total peserta tes) meninggal akibat
penyakit jantung.
Berkut ini
adalah hasil yang lebih rinci dari riset tersebut:
·
Mereka yang bekerja kurang dari 40 jam per minggu memiliki resiko
meninggal karena penyakit jantung lebih kecil dibanding peserta tes dengan
tingkat kesehatan yang rendah yang bekerja selama 41 sampai 45 jam seminggu.
·
Peserta tes dengan tingkat kesehatan yang tinggi dan bekerja 45
jam atau lebih per minggu memiliki potensi 45% meninggal akibat penyakit
jantung dan 38% meniggal disebabkan hal lain.
Semoga kita bisa bijak dalam bekerja lembur dan
tetap konsisten menjaga kesehatan tubuh.
Semoga Bermanfaat.
Sekian dan Selamat Bekerja

Tidak ada komentar:
Posting Komentar