Rabu, 18 Desember 2013

Defensive Driving

Sebenarnya, apa sih bedanya antara DEFENSIVE DRIVING dengan SAFETY DRIVING ???

- Defensive Driving adalah cara untuk selalu berpikir jauh kedepan dan selalu siap terhadap apapun yang mungkin terjadi dalam berkendara.
- Safety Driving adalah mengemudi dengan keahlian dan pengalaman yang tinggi ditambah dengan sikap/etika berkendara yang baik serta konsentrasi yang berkesinambungan.

Para pengendara, juga harus mengingat empat kunci untuk menjadi pengemudi yang defensive :
1.  Alertness (kewaspadaan),
2.  Awareness (kesadaran),
3.  Attitude (Sikap, mental),
4.  Anticipation (antisipasi, menjaga segala kemungkinan).

    Hendaknya sebelum melakukan perjalanan, Pre Trip Inspections (Pengecekkan Pada Kendaraan). Jangan melihat hal ini sebagai hal sepele dan malas untuk dilakukan. Karena hal kecil bisa berakibat fatal bila diremehkan. Seperti pengecekkan bodi luar mobil, spion, kondisi ban serta tekanan angin.
    Masuk ke dalam kabin, posisi duduk serta sandaran kepala juga harus diperhatikan dengan betul. Serta dashboard juga harus terhindar dari banyak barang yang mengganggu pandangan pengemudi.
    Sabuk pengaman juga harus selalu dikenakan untuk keselamatan berkendara. Spion juga harus disesuaikan dengan jarak pandang. Serta posisi tangan pada jam 9 dan jam 3 yang tak boleh dilupakan.
    Faktor kecelakaan terjadi kebanyakan karena adanya human error yang terkait dengan blind spot. Blind spot sendiri adalah keterbatasan pandangan pengendara terhadap bantuan dalam mengemudi (pandangan jauh sekeliling, spion, dll).
    Ketika melaju tetap ada panduan berupa sistem yang membantu pengendara mengambil keputusan tepat dalam mengurangi resiko. Dinamakan SIPDE Process yang merupakan : Search/Scan (memperhatikan daerah yang terlihat 20"-30" ke depan). Identify (mengenali objek dalam radius 200-250 m dalam kecepatan 60 km/jam. Predict (perkiraan aksi atau perubahan yang terjadi di jalan raya atau sekitar 5"-12" ke depan). Decide (memutuskan tindakan 4"-5" kedepan) dan Execute (melakukan keputusan 4" sebelumnya).

Bagaimanakah menerapkan defensive driving? Berikut ini 10 pedoman yang harus kita camkan karena seringkali menimpa pengendara yang tidak menerapkannya.
1. Jangan pernah lengah. Berkendara memang harus rileks, tetapi harus selalu waspada. Monitor terus kendaraan dan objek-objek di sekitar Anda. Tidak hanya yang jauh di depan, pantau juga yang di belakang, kiri dan kanan melalui kaca-kaca spion.
2. Patuhi marka jalan dan traffic light. Sesuaikan laju mobil Anda dengan informasi yang terpampang di tepi jalan. Dan hati-hati saat melintasi persimpangan. Bila lampu merah menyala, tak usah menerobos. Berhentilah di belakang garis putih.
3. Jangan terpancing pengendara ugal-ugalan. Jika bertemu dengan pengendara ugal-ugalan, lebih baik mengalah. Biarkan mereka lewat lebih dulu, karena yang paling mengerikan adalah kita tidak tahu bagaimana kondisi si pengendara. Jangan-jangan, dia sedang emosi, atau bahkan sedang mabuk.
4. Jangan emosi. Seandainya pun ada yang nyalip, atau seseorang tiba-tiba membunyikan klakson berkali-kali, tetaplah tenang. Ada berjuta-juta alasan yang bisa Anda cari untuk tidak marah dan menghindari bahaya yang mengintai keselamatan Anda sendiri.

5. Jangan percaya pada pengendara lain. Meskipun pada dasarnya semua pengendara ingin selamat, sebaiknya jangan percaya bahwa mereka juga akan menjamin keselamatan kita. Tetaplah bersikap hati-hati.
6. Gunakan safety belt. Tak usah khawatir kemeja atau celana menjadi kusut akibat tertekan safety belt. Yang harus kita pikirkan, perangkat yang mungkin mengurangi kerapihan pakaian kita ini akan membuat kita selamat dan tetap hidup saat terjadi kecelakaan. Bagi pengendara sepeda motor, gunakan helm dengan benar.
7. Gunakan lampu sign untuk komunikasi pada sesama pengendara. Pastikan cahayanya terang. Jika akan berbelok, sama sekali tidak sulit untuk menyalakan lampu sign agar pengendara lain tahu Anda akan berbelok. Pastikan jangan berbelok atau menyalip dengan mendadak.
8. Singkirkan benda-benda yang berpotensi mengganggu konsentrasi berkendara. Kewaspadaan juga harus kita bangun dengan menciptaan lingkungan yang membantu konsentrasi berkendara. Bahkan, bila ada telpon masuk handphone saat Anda tengah mengemudi, tidak perlu diangkat dulu karena bisa mengganggu konsentrasi.
9. Jangan minum minuman memabukkan. Karena kesadaran sangat penting, hindari minum-minuman memabukkan. Bahkan, jika minum obat yang menimbulkan kantuk, sebaiknya kita tidak berkendara.
10. Lebih baik menunggu kereta lewat. Ini biasa terjadi di persimpangan lintasan kereta. Banyak pengendara menduga-duga kereta masih jauh ketika sinyal tanda kereta akan lewat sudah berbunyi. Menunggu beberapa menit jauh lebih baik dan usahakan pengendara sepedah motor jangan menerobos palang kereta api. 

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar