Sebenarnya, apa sih
bedanya antara DEFENSIVE DRIVING dengan SAFETY DRIVING ???
- Defensive Driving adalah cara untuk selalu
berpikir jauh kedepan dan selalu siap terhadap apapun yang mungkin terjadi
dalam berkendara.
- Safety Driving adalah mengemudi dengan
keahlian dan pengalaman yang tinggi ditambah dengan sikap/etika berkendara yang
baik serta konsentrasi yang berkesinambungan.
Para pengendara, juga harus mengingat empat
kunci untuk menjadi pengemudi yang defensive :
1. Alertness (kewaspadaan),
2. Awareness (kesadaran),
3. Attitude (Sikap, mental),
4. Anticipation (antisipasi, menjaga
segala kemungkinan).
Hendaknya sebelum melakukan
perjalanan, Pre Trip Inspections (Pengecekkan Pada Kendaraan). Jangan melihat
hal ini sebagai hal sepele dan malas untuk dilakukan. Karena hal kecil bisa
berakibat fatal bila diremehkan. Seperti pengecekkan bodi luar mobil, spion,
kondisi ban serta tekanan angin.
Masuk ke dalam kabin, posisi duduk
serta sandaran kepala juga harus diperhatikan dengan betul. Serta dashboard
juga harus terhindar dari banyak barang yang mengganggu pandangan pengemudi.
Sabuk pengaman juga harus selalu
dikenakan untuk keselamatan berkendara. Spion juga harus disesuaikan dengan
jarak pandang. Serta posisi tangan pada jam 9 dan jam 3 yang tak boleh
dilupakan.
Faktor kecelakaan terjadi
kebanyakan karena adanya human error yang terkait dengan blind spot. Blind spot
sendiri adalah keterbatasan pandangan pengendara terhadap bantuan dalam
mengemudi (pandangan jauh sekeliling, spion, dll).
Ketika melaju tetap ada panduan
berupa sistem yang membantu pengendara mengambil keputusan tepat dalam
mengurangi resiko. Dinamakan SIPDE Process yang merupakan : Search/Scan
(memperhatikan daerah yang terlihat 20"-30" ke depan). Identify
(mengenali objek dalam radius 200-250 m dalam kecepatan 60 km/jam. Predict
(perkiraan aksi atau perubahan yang terjadi di jalan raya atau sekitar
5"-12" ke depan). Decide (memutuskan tindakan 4"-5"
kedepan) dan Execute (melakukan keputusan 4" sebelumnya).
Bagaimanakah menerapkan defensive driving?
Berikut ini 10 pedoman yang harus kita camkan karena seringkali menimpa
pengendara yang tidak menerapkannya.
1. Jangan pernah lengah. Berkendara memang harus
rileks, tetapi harus selalu waspada. Monitor terus kendaraan dan objek-objek di
sekitar Anda. Tidak hanya yang jauh di depan, pantau juga yang di belakang,
kiri dan kanan melalui kaca-kaca spion.
2. Patuhi marka jalan dan traffic light.
Sesuaikan laju mobil Anda dengan informasi yang terpampang di tepi jalan. Dan
hati-hati saat melintasi persimpangan. Bila lampu merah menyala, tak usah
menerobos. Berhentilah di belakang garis putih.
3. Jangan terpancing pengendara ugal-ugalan.
Jika bertemu dengan pengendara ugal-ugalan, lebih baik mengalah. Biarkan mereka
lewat lebih dulu, karena yang paling mengerikan adalah kita tidak tahu
bagaimana kondisi si pengendara. Jangan-jangan, dia sedang emosi, atau bahkan
sedang mabuk.
4. Jangan emosi. Seandainya pun ada yang nyalip,
atau seseorang tiba-tiba membunyikan klakson berkali-kali, tetaplah tenang. Ada
berjuta-juta alasan yang bisa Anda cari untuk tidak marah dan menghindari
bahaya yang mengintai keselamatan Anda sendiri.
5. Jangan percaya pada pengendara lain. Meskipun
pada dasarnya semua pengendara ingin selamat, sebaiknya jangan percaya bahwa
mereka juga akan menjamin keselamatan kita. Tetaplah bersikap hati-hati.
6. Gunakan safety belt. Tak usah khawatir kemeja
atau celana menjadi kusut akibat tertekan safety belt. Yang harus kita
pikirkan, perangkat yang mungkin mengurangi kerapihan pakaian kita ini akan
membuat kita selamat dan tetap hidup saat terjadi kecelakaan. Bagi pengendara
sepeda motor, gunakan helm dengan benar.
7. Gunakan lampu sign untuk komunikasi pada
sesama pengendara. Pastikan cahayanya terang. Jika akan berbelok, sama sekali
tidak sulit untuk menyalakan lampu sign agar pengendara lain tahu Anda akan
berbelok. Pastikan jangan berbelok atau menyalip dengan mendadak.
8. Singkirkan benda-benda yang berpotensi
mengganggu konsentrasi berkendara. Kewaspadaan juga harus kita bangun dengan
menciptaan lingkungan yang membantu konsentrasi berkendara. Bahkan, bila ada
telpon masuk handphone saat Anda tengah mengemudi, tidak perlu diangkat dulu
karena bisa mengganggu konsentrasi.
9. Jangan minum minuman memabukkan. Karena
kesadaran sangat penting, hindari minum-minuman memabukkan. Bahkan, jika minum
obat yang menimbulkan kantuk, sebaiknya kita tidak berkendara.
10. Lebih baik menunggu kereta lewat. Ini biasa
terjadi di persimpangan lintasan kereta. Banyak pengendara menduga-duga kereta
masih jauh ketika sinyal tanda kereta akan lewat sudah berbunyi. Menunggu
beberapa menit jauh lebih baik dan usahakan pengendara sepedah motor jangan
menerobos palang kereta api.
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar